I Miss You


Bira, once upon a time!


Gue pernah ngebaca ini “ide bisa muncul kapan aja. Tapi nggak bisa diterjemahkan dalam bentuk tulisan kapan aja” di salah satu blog yang rajin gue baca setiap kali ada updatean, dan GUE SETUJU. Ide selalu ada kapan saja, ketika duduk di boncengan salah satu driver gobek(inisengajabukantypo), ketika bangun terlalu cepat di pagi hari (baca: bangun jam 3 entah kenawhy, lalu tidak bisa tidur sampai jam 5 dan berakhir dengan telat ke kantor kemudian merekayasa 1001 alasan ke supervisor), ketika sedang mengerjakan laporan bulanan bahkan ketika sedang di toilet membuang sesuatu(?).

Tapi nggak semua ide bisa dituangkan dalam bentuk tulisan kapanpun dan di mana pun. Kadang suka dongkol sendiri ke otak gue karena memunculkan ide-ide absurd di saat-saat yang tidak tepat, terkadang ide tersebut bikin gue galau sendiri karena terjebak antara pilihan “Tulis aja” or “Keep it for yourself” karena nggak semua isi di pikiran kita bisa diterima oleh pembaca. Oke sekarang gue terdengar seperti Raditya Dika yang punya banyak pembaca, padahal mah cuman teman kantor dan member grupchat line, itupun pada akhirnya jadi bahan bullyan. (Aku sabar kok, aku kuwat!) :’)

Ngomongin soal Raditya Dika, beberapa menit sebelum menulis ini, gue sedang menikmati weekend unfaedah dengan secangkir kopi Toraja (plus nggak ke gereja) sambil membaca buku terbaru Bang Radit (sok sok akrab -_-) berjudul Ubur-Ubur Lembur YANG NOTABENE udah kucel kayak uang yang nggak sengaja ikut kecuci dalam kantong celana. Sebenarnya buku ini udah gue tamatin dari beberapa hari lalu, which is gue berniat buat minjemin ke temen kantor yang bahkan sampai sekarang belum kesampaian.


                                                          



Seperti buku-buku Bang Radit sebelumnya, gue biasanya baca ulang bab yang gue suka kalau lagi gabut dan ini yang menurut gue jadi nilai plus buat semua buku Raditya Dika yang menurut gue unik karena menyuguhkan cerita berbeda di setiap babnya, nggak bikin bosen apalagi nunggu nggak jelas endingnya kayak apa, nasib karakternya gimana, nggak halu halu bangetlah pokoknya, beda dari novel-novel pada umumnya.

Nggak tau juga gue jelasinnya gimana, secara skill penulisan gue masih receh, lagian ini gue nggak lagi nulis review buku kok. I mean, I know why. I just can’t write it down. Sama halnya kalo kalian tanya kenapa gue suka baca buku, and all I can say is because I like it, no I love it!, atau kalo lagi mood menjelaskan, paling bilang karena gue bisa berasa lagi di luar negeri atau lagi di sebuah atmosfir yang berbeda atau berasa kenal dan bahkan berteman dengan karakter yang gue baca dan berujung gue didiagnosis gila oleh mereka. Ya pokoknya gitu, nggak tau juga jelasinnya gimana.

Salah satu bab favorit gue di buku Ubur-Ubur Lembur ini adalah ‘Percakapan dengan seorang artis’, artis yang dimaksud Bang Radit disini tak lain tak bukan adalah Prilly Latuconsina, yang tanpa perlu gue jelasin lebih lanjut, kalian seperti halnya 50% penduduk di Indonesia, pasti udah tau siapa. Itu loh yang main di GGS (Ganteng Ganteng Sekong, eh maksudnya ganteng ganteng serigala ala ala Jacob di film Twilight). Part favorit gue adalah :

‘Kadang aku suka ngerasa kangen, loh.’ Prilly tersenyum tipis. Dia lalu melanjutkan perkataannya, ‘Tapi nggak tau sama siapa.’
‘Maksudnya?’ Tanya gue.
‘Iya. Aku ngerasa kangen tapi nggak tahu apa yang dikangenin dan siapa yang dikangenin.’

Udah ah, capek ngetiknya. Kalian baca sendiri aja di halaman 155.

Gue sempat bengong beberapa saat setelah baca part ini, like blank for 20 seconds. Nggak tau otak gue mungkin lagi mendadak cuti berpikir, dan disini gue beneran nggak mikir, I mean gue mikir tapi nggak tahu lagi mikirin apa. Seabsurd itu sampai nggak bisa gue defenisikan sama sekali. I mean, I knew this feeling! gue sering banget ngerasain hal se-absurd ini, kangen tapi nggak tahu kangen sama siapa atau apa. Kemudian gue mikir, apa ini tanda-tandanya gue akan segera debut jadi artis? Apaan dah

Pernah nggak sih kalian ngerasa kangen, tapi nggak tau kangen sama siapa? 




Ada sebuah moment dimana gue bisa ngerasa rindu sama seseorang, tapi nggak tau siapa, apa gue rindu sama hantu? Oke ini halusinasi sesaat, apa gue lagi rindu sama oppa? Ini lebih halu lagi. Apa jangan-jangan dulunya gue pernah punya pacar kemudian amnesia kayak di drama Goblin? HAHAHAHAHA Apa gue GILA? I don’t know. Biasanya perasaan kayak gini muncul pas lagi sendiri di rumah, pas lagi cari buku di gramedia, pas nyium aroma parfum tertentu, for me biasanya aroma melati atau bunga kopi. Bahkan dengan melihat ranting pohon kering di pinggir jalanpun, gue be like 'it reminds me of someone'. Like I miss someone, tapi nggak tahu SIAPA! 


                               Image result for ranting pohon


Rasanya ya seperti kalian lagi kangen sama pacar, tapi nggak tau dah pacarnya siapa, wong pacar aja nggak punya. Mantan bukan, orang tua juga bukan soalnya kalo kangen ortu biasanya langsung telepon yang kemudian berujung dikacangin karena Ndok Pian lagi sibuk main game onet di HP barunya. Sigh!

Di luar sedang hujan ketika gue nulis ini. Its 18.48 PM. Orang rumah belum pulang, mungkin lagi family gathering atau sekedar jalan-jalan di mall sekeluarga which is gue nggak ikut, bukan karena nggak diajakin tapi karena emang lagi pengen di rumah aja, menikmati weekend ala ala home alone sambil dengerin suara-suara aneh dari lantai 1, dan Merenung sambil menatap layar Pak Aji (nama laptop gue) bengong. Sesekali gue ngecek notifikasi whatssap dan line, seolah sedang menunggu pesan dari seseorang, but who? 

Ada banyak hal yang kita rasain tapi nggak tau gimana cara jelasinnya, apalagi kalo ada yang nanya kenapa? Kok bisa? Kadang gue suka jalan-jalan sendiri sambil dengerin lagu pake headset, beli jepitan rambut yang kemudian hilang 3 hari kemudian, nonton film sendiri, ke gramedia buat cari buku entah apa dan kemudian berakhir dengan nongkrong di McD sambil menikmati Fanta float sendiri, berhalusinasi sedikit dan lalu mikir “ini gue lagi ngapain?”, atau ketawa kayak orang gila setelah baca grup chat alay di whatsapp, atau baper chattan bareng robot, like I don’t know why, mungkin gue segitu nggak ada kerjaannya. Nggak semua hal butuh alasan kok.

Seperti yang gue bahas di paragraph awal, nggak semua ide bisa dituliskan seperti rasa, nggak semua bisa didefenisikan. Ya seperti sekarang ini, rasanya otak gue udah overload dengan ide-ide absurd yang antri buat gue ketik tapi bahkan di paragraph yang kesekian ini, gue masih belum bisa menemukan cara terbaik buat nulis apa yang ada di kepala gue dan justru berujung menulis tema absurd ini.

I just wanna say, I MISS YOU!




What are we looking for?


Pernah ga sih kalian merasa sedih jadi orang yang biasa biasa saja. Pernah nggak sih kalian pengen jadi seseorang yang luar biasa? Kemana-mana dinotis orang, famous sana sini, punya karya, punya bakat unik, punya karir yang cemerlang. At least, punya satuuu aja bidang yang kalian jagoin dan bisa pamer ke temen-temen layaknya idol kpop. Mereka bisa nyanyi, bisa ngedance bahkan punya wajah cakep.

BTS misalnya...

Masih di paragraph ini, pembahasan mulai absurd. No, maksud gue tuh kayak dokter, arsitek, atau seniman yang punya satu bidang yang belum tentu semua orang bisa. UNIK. SPESIAL, anti mainstream!

It's Okay to be different :)

Nyatanya kita terlahir biasa saja, menjalani hidup yang biasa saja bahkan terkadang membosankan. Menghabiskan 30 menit dipagi hari mikir gimana rasanya jadi orang lain. Enak ga sih jadi dia? Enak ga sih jadi si Anu terlahir kaya dan bisa beli ini itu tanpa harus ngeluarin keringat? Enak ga sih punya wajah cantik, tanpa harus capek mikir pake baju apa aja cocok, lamar kerja dimana aja pasti jadi bahan pertimbangan because of her or his face? I mean, coba kalian bayangin Suzy Bae misalnya ngelamar di bank, pasti banknya kebanjiran nasabah. Atau kang Daniel melamar jadi SPG, pasti tokonya kebanjiran anak SMP alay dan noona pemburu brondong. Sigh!


Image result for kang daniel
ya kali gue jadi SPG
                          
Terkadang gue menyalahkan Tuhan dalam setiap kekecewaan. Kok bisa Tuhan segitu nggak adilnya sampai tega menciptakan manusia untuk hidup menderita? Oke di taraf ini mungkin sudah tidak bisa tertolong lagi ya pemirsa. Tapi ya, this is what I got on my head every morning. Terkadang gue mikir, ngapain sih bangun, toh akan menjalani rutinitas hidup yang sama dari hari kemarin, nothing special. Rutinitas yang sama, bangun-mandi-ngopi-ke kantor naik ojek-kerja-istirahat-ngopi lagi-pulang-tidur lagi, besoknya sama lagi.

Ini bukan sekedar pemanis buatan untuk tulisan ini, but this is what I feel. Sedih, merasa hidup ini nggak adil dimana gue harus melangkah 1000 kali untuk bisa melakukan sesuatu, sementara ada orang yang hanya loncat dikit trus kepeleset eh tau tau sukses. Terkadang gue ngerasa kenapa cuman gue yang harus berusaha keras? Kenapa orang lain tidak?




Dulu orang tua selalu bilang, belajar yang rajin biar jadi orang. Disitu gue selalu menganggap itu nasehat paling receh yang pernah gue denger. Tapi akhir-akhir ini, justru nasehat tidak penting ini berputar di kepala gue hampir 3 kali sehari kayak resep obat. I mean, Jadi orang? Emang sekarang gue apa? Tumbuhan? Amoeba? No, disini gue nggak sedang berusaha untuk melucu. Kayaknya ini namanya depresi berat akibat kurang bersyukur. Back to topic, rajin belajar biar jadi orang- toh banyak kok orang yang tidak rajin belajar  (baca : malas kerja tugas dan kerjanya free rider tugas orang)  justru dapat nilai bagus dan ketika kerja dapat jabatan yang keren, sementara orang yang berusaha sangat keras biasanya hanya dapat hasil yang so so alias biasa aja.

Sewaktu kuliah sering membodohi diri sendiri, meyakinkan diri dengan sejuta kata motivasi setiap harinya. Meyakinkan diri bahwa setelah kerja nanti pasti jadi orang yang keren, sukses, dibanggakan orang tua layaknya tokoh dalam novel-novel metropop atau novel karya Christian Simamora, tapi nyatanya… bahkan sekeras apapun berusaha, hidup masih gini gini aja. Pernah ga sih kalian ngerasa gimana sakitnya berusaha sangat keras sementara hasil tidak sesuai harapan? Atau pernah nggak sih kalian berusaha membahagiakan seseorang sampai harus lari kesana kemari tapi orang itu justru menganggap apa yang kalian lakukan bukanlah sebuah usaha, B aja!

Nggak tau juga sejak kapan gue merasa hidup kayak gini, hidup segan mati tak mau. Mungkin beberapa teman sering dengerin gue bacot tentang gimana percayanya  gue bahwa hidup gue ini singkat, that I’ll probably die young. Kenapa gue bisa mikir kayak gitu? Mungkin ini gejala depresi. Nggak ada angin apalagi badai, tiba-tiba merasa ingin mati muda dan cepat-cepat reinkarnasi.

Terkadang gue segitu bosennya sampai melakukan hal-hal unfaedah dan buang-buang waktu:

salah satu aktivitas unfaedah demi mengisi kekosongan:(
Salah satu contoh ya ini : menghabiskan waktu dengan baca hate comment di postingan meme, ikut komen hate atau sekedar ketik kata ‘wah keren’ ‘lol’ ‘daebak’ di MV comeback BTS atau Wanna one, cek berita dan skandal idol nggak jelas. Nonton MV terbaru mereka dan kembali menipu diri bahwa at least gue bisa bantu mereka untuk dapat predikat ‘MV idol yang ditonton paling banyak di youtube’ or ‘Jadi trending topic selama sepekan’ or ‘MV dengan likers terbanyak dalam 24 jam’. SIGH! mereka tau gue aja nggak, bahkan ingat nama Negara gue juga mungkin tidak. But why should I do that?

Mungkin guenya yang gila, mungkin gue sedang berusaha meyakinkan diri bahwa gue penting di dunia ini (dasar sok penting!), bahwa dengan menekan tombol like saja sudah sangat berarti bagi si idol, bahwa dengan bacot nggak penting bisa bikin gue terhibur, bahwa dengan melakukan aktivitas unfaedah kayak gitu bisa bikin gue berasa hidup, like HAPPY? 

Bukan cuman gue kok yang kayak gini, yang lain banyak tuh yang lebih parah, yang lebih hallyu,  mbak jidam misalnya (Oopss), sok-sok bikin skandal biar femes. You know what, bikin sensasi kayak gitu bisa aja karena dia bosen, sepi job or what. Well, mungkin dia, kamu, aku, mereka, kita hanya sedang berusaha agar bisa merasa menjadi bagian dari sesuatu dari dunia ini, RIGHT? 


WANNA ONE BOOMERANG REVIEW AND SCANDAL?

I'm back everyone! Mrs. Park is here!
Kenalin gue calon istrinya park jihoon #ketawasongong

Udah berapa lama ya gue vacum dari blog ini, harap maklum... sebagai member kelima dari blackpink, tentu akhir-akhir ini gue sibuk karena shooting blackpink house, haahahahahaha but anyway, seperti yang bisa kalian tebak dari judulnya yang sampai saat ini belum gue tentuin, comeback gue kali ini tentu disengajaaaa biar samaan dengan comeback suami suami gue, wanna one!!! yeaaa....... SORIJILLUH!!!

Ada yang dengan taat menunggu pukul 16.00 WIB (yang notabene gue di Sulawesi so pastinya jam 17.00 sedikit menguji kesabaran) sambil harap-harap cemas merefresh laman youtube dihape, ada yang pusing cari wifi karena kuota abis, ada juga yang ujung-ujungnya nonton karena baca berita skandalnya, tapi ini kita bahas terakhir ya, kita bahas dulu ketampanan mereka di MV Boomerang ini.

Ngaku-ngaku wannable tapi belum nonton MVnya? huh...KARBITAN!

FYI, gue ini multifandom so i can be army, exo-l, blink, carat, dan tentunya wannable, mohon jangan menistakan kelabilanku dalam menentukan bias ya. Di tahun 2018, ada kok beberapa boyband yang comeback, seventeen misalnya, TAPI kenapa justru MV terbaru wanna one ini yang gue buatin reviewnya??? Masih menjadi misteri. apakah karena comeback kali ini yang BEDA dari MV debut dan MV beautifull yang dibuat dengan konsep yang sangat matang (?), atau karena metamorfosis para member dari cute menjadi manly dan badassss abiesss? atau karena muka Ong yang nggak santai banget sambil ngunyah permen karet dan bawa botol kecap di teaser MVnya? atau karena kali ini Ha Sungwoon akhirnya dapat screentime lumayan banyak dibanding MV sebelumnya.. atau atau atau...

Disini Jihoon gans bangettt yorobun ^_^

Comeback kali ini diwarnai dengan segepok skandal yang.... hufff tarik nafas.... bikin gue emosi tingkat galaxy!! i mean, bukan cuma gue but all wannables. Setelah koar koar KZL di grup chat gegara komen jahat para hater, gue sadar ternyata marah-marah itu bikin capek sendiri, unfaedah dan tentunya buang-buang waktu, so gue memutuskan untuk nulis review ini.

MV Boomerang ini lumayan beda sensasinya buat gue secara pribadi. Baru kali ini ada boyband yang bisa bikin gue harap harap cemas didepan laptop sambil buka youtube dan disaat bersamaan juga curi-curi pandang jangan sampai kepergok atasan lagi online disaat laporan diambang deadline. Dan masih di saat yang bersamaan, anak-anak di grup chat makin nggak tenang, semua pada teriak online. Kalo gini pengen balik ke SMA biar rasanya lebih greget bisa beralay ria tanpa harus khawatir usia. LOL

Ini gue jelasinnya gimana ya, MV kali ini tuh beneran BOOM BOOM BOOOM BOOMERANGlah pokoknya. setelah sebelumnya rada kecewa dengan MV I Promise You yang nggak seniat konsep Beautifull, akhirnya gue bisa bernafas dan sedikit lebih rilex setelah teaser Boomerang rilis dan Boom! so excited nunggunya nggak sabar. Ekspresi Ong di teaser sukses membuat fans tak berkutik (halah... bahasa gue). Apa cuma gue yang mereply teasernya sampai berkali-kali supaya bisa fokus menikmati visual semua member? Belum lagi foto Teaser member yang nggak kalah bikin sesak nafas. 

My first reaction: ini beneran Baejinyoung yang sekarang dijuluki Baejingan? atau dia ini sebenarnya vampir dari klan Volturi? Mau menyaingi Edward Cullen sepertinya. Baejin tuh kesurupan apa sih!
Dorm Jihoon is here! Mana jiunku yang dulu cute? Oh iya lupa, ternyata ada di rumah :)

Masih seputar teaser, disini gue sempat bertanya-tanya, cincin nikah gue sama jihoon kok nggak ada? apa sudah dipakai semua di I promise you? kok konsepnya beda ya dari IPU yang full color kayak MV JBJ 'My Flower'? tapi properti yang dipakai di IPU masih ada tuh yang kepake de Boomerang. Dan jadilah saya dukun dadakan, meramalkan kemungkinan-kemungkinan konsep dari Boomerang, mulai menghubung-hubungkan teori layaknya pemerhati dunia kpop, mulai mempertanyakan arti lirik IPU apakah masih dibahas lebih lanjut di Boomerang, ah molla. 

Tentunya ramalan-ramalan gue ini tidak terlepas dari pengaruh celotehan receh anak-anak grup chat wannable yang sempat bikin gue KZL. No! bukan sama grup chatnya tapi sama keadaan. Bisa-bisanya gue menyalahkan keadaan disaat-saat seperti ini. H-1 comeback wannaone, gue lagi liburan di tempat terpencil yang konon katanya view pantai disini mengalahkan Bali. As you know kemarin kan long weekend yang tentunya termanfaatkan dengan baik karena ada trip keluarga yang jauhnya minta ampun, udah gitu di jalanan susah sinyal pula, jadi ketinggalan banyak deh keseruan para warganet memperbincangkan MV boomerang yang akan segera rilis, ugh, kzl! 

Akhirnya segala pertanyaan netizen terjawab sudah ketika MV ini rilis tepatnya KEMARIN, Senin 19 Maret 2018 pukul 17.00 WITA, dan malamnya gue bisa tidur tenang. Setelah MV ini rilis pun sensasi dugun dugunnya nggak berhenti sampai disitu saja. Belum lewat sehari, aroma-aroma skandal mulai tercium. well, bukan aroma skandal juga sih tapi beberapa komen netizen seperti "Kok Daniel nggak berperan penting padahal dia kan centernya wanna one" atau "Guanlin dapat part paling sedikit" bla bla bla dan masih banyak lagi ungkapan netizen maha tau dan tidak puas. KZL. Jari-jari ini gatal bang, pengen balas komen-komen stupid mereka. Kzl karena komennya dari wannable sendiri yang kalo kata seorang teman di grup chat, sebut saja SUCI (lah emang nama dia suci ^_^) mereka ini emang fans karbitan alias immature fans yang cuma membela member tertentu, belum paham kalo konsep wanna one ya to be one, nggak boleh sendiri-sendiri. KZL 

Kebetulan beberapa hari sambil menunggu comeback mereka, gue sempetin buat ngecek artikel gosip tentang guanlin yang katanya dianaktirikan oleh agency kesayangan kita semua, YMC! Dan benar adanya, di MV boomerang ini pun part guanlin emang sedikit dibandingkan I promise you, mungkin karena pihak agency dan produser lagu mempertimbangkan kemampuan bahasa korea doi kali ya. Mending guanlin daripada gue yang baca hanguel aja masih terbata-bata. Gimana mau debut kalo gitu, sigh!




Walaupun part guanlin yang sedikit, screentime dan part Sungwoo lumayan banyak disini, nggak kayak MV sebelumnya dan tentunya kalian pasti setuju kalo jadwal variety show Sungwoo nggak sebanyak member lainnya. Sabar ya, Bang! But sisi positifnya, suara Hasung paling dominan loh disini. 
Jisung eomma juga akhirnya dapat part yang lumayan, dan masih sangat hot setelah penampilannya di La Dolce Vita cha cha cha cha....hawt hawt

Seperti yang gue sempat bilang di awal soal skandal, belum lewat 24 jam perilisan MV Boomerang, hawa hawa skandal mulai merebak(?) bahkan di sejumlah situs-situs gosip be like "WANNA ONE BERKATA KASAR, BOCOR KE MEDIA", and i was like.... Helll!! karena saking penasarannya, gue sampai nggak kerja dan ngorbanin waktu gue yang berharga hanya untuk spazzing dan cari-cari rekamannya di yutub, nggak puas hanya dengan baca berita yang bisa aja 90% HOAX! and guess what i found! gosip kalo Hasung bilang "f*ck" 100% hoax! apalagi yang suami gue bocorin nomor rumah kami, itu cuman becanda kali wahai netizen. Pada kepo sih nomor hape Park Jihoon hahahahha. Kasian juga lihat para member harus nunduk-nunduk pas dikejar wartawan, apalagi sampai minta maaf. I mean, idol juga manusia kan, mereka bisa kzl kayak lo, kayak gue, kayak kita semua, mereka bukan robot yang nggak boleh bercanda, bahkan kalaupun Hasung terbukti mengumpat, ya wajar aja sih... gue aja berskandal ama anak bos udah menyumpah seharian, dan bisa kalian tebak kalo gue tahu dukun, udah lama gue santet online tuh orang (kok malah curhat?)... but yeah, gue sabar sama kayak suami gue Park Jihoon, ada skandal dia B aja, stay handsome as always! Haters cuman debu!

OK, enough buat negatif-negatifnya....
Banyakan positif ya dibanding negatifnya, misalnya dari segi visual OEMJI bikin greget! Baejingan aslii bikin teriak dalam hati pen gigit-gigit kertas laporan pajak tahunan! fyi gue nontonnya setelah nyuri wifi kantor dan tentunya meninggalkan kerjaan yang menumpuk segunung, jadi ya haruslah gue puas teriak-teriak dalam hati, panas sendiri, bereforia sendiri, berteori sendiri, mulai menabak-nebak kenapa kaset radio selalu ada di setiap MV wanna one, semua serba sendiri! KZL.

Sisi badassnya kerasa banget, persis ramalan gue setelah nonton teasernya. NGGAK KECEWA!! bahkan sampai gue ngetik ini pun masih bingung apa gue deskripsikan sedetail-detailnya mengenai opini sok tahu gue tentang Boomerang? But then i think, emang gue siapa mau judge dan beropini tentang suami-suami gue ini? hahahahha, JADI GUE CUMAN MAU KASIH FOTO HASIL PRINTSCREEN YA...

btw, ini yang di pipi daniel apaan ya? ada yang tahu...?

aduhhh gans banget sih suamikuuuuuu, TATAPANMU ITU LOH, jadi pengen masukin karung

Ekspresinya si EMBUL!! SOOO HAWT!
Bapak Jaehwan ngapain? buang-buang kertas gitu maksudnya apa Pak? itu bagi-bagi kertas ujian apa selebaran brosur warung lele?

Asliii... gaya jinyoung sok asik sukses bikin dia masuk di list bias wrecker gue dan tentunya sesuai harapan banget, persis kayak teasernya... sooo badass! jinyoung bukan lagi anak SMA polos yang nyanyiin lagu Growl sambil nunduk-nunduk nyari recehan.
FIX! gue be like : ternyata si DEWI bisa manly juga. Kalian notis nggak sih dia ngerapp loh.

Alright, sampailah gue di foto yang masih gue nggak ngerti. Ini bang minhyun kok pake acara hujan-hujanan segala sih? Abang ngapain, disuruh syuting cuma buat hujan-hujanan?? Nanti masuk angin bang, kamu kan jauh nanti siapa yang rawat hehehehehe #ditimpukfansgariskeras.... Udah reply MV ini berkali-kali tapi teteuppp nggak ngerti kenapa abang gue pake acara hujan-hujanan? apakah galau karena LDRan ama akyu? ah molla

Fixlah pemirsa, ini dia cincin yang tadi gue cari-cari dari IPU. Kirain ilang kemana, ternyata ada di jari si Akang
Masih sama kasusnya dengan Hwang Minhyun, ini adek gue ngapain? Capek karena ujian ya dek, makanya bangkunya dibakar aja




Oke dah sebagai bonus gue kasih lagi satu gambar Jihoon yang lagi bengong liat diri sendiri kok ada dua, mungkin satunya Dorm Jihoon dan satunya lagi Jeojang Jihoon. But apapun itu teorinya MINUMNYA TEH BOTOL SOSRO, bisa nggak yah Dorm Jihoon gue bawa pulang. hahahhahaha

Segini aja dulu review gue yang unfaedah ini... semoga sukses membuang-buang waktu dan kuota kalian yah...



ALL I WANNA DO! WANNAONE!













WHAT BOOK TO READ



Hai everyone! welcome to my blog

Seperti yang bisa kalian ramalkan dari judulnya, sekarang gue bakal ngasih tau buku-buku apa aja yang bagus buat kalian baca. If you know me, gue yakin kalian bakal tau kalo di kosan gue nan kumuh ada banyak banget buku-buku hasil buruan dari bazar buku, promo buku murah Gramedia dan tentu saja beli sendiri. Khusus untuk beli sendirinya, FYI aja yah gue harus menabung selama sebulan supaya bisa membeli novel-novel favorit gue, contohnya Harry Potter hard case yang gue yakin kalian tahu harganya berapa. Walaupun untuk mengoleksi ketujuh serinya gue hanya bisa puas dengan 2 buku soft case, jadi nggak semua koleksi gue itu hardcase. Sad. Bahkan untuk Harry Potter and the half blood prince boleh dapat dari sumbangan seorang teman, dan Harry Potter and the deathly hollows juga dapat dari bazar buku Gramedia dengan harga yang murah meriah mencret. 

Gue yakin kalian juga pasti pernah merasa galau gulita ketika sedang ke toko buku dan ada banyak buku-buku dengan sinopsis yang tampak menjanjikan tapi keadaan dompet nggak mendukung dan akhirnya cuma bisa beli satu atau dua buku saja, so here some tips what book to buy and read!!

  • Bacalah buku sesuai mood

Well, apa cuman gue disini yang baca buku sesuai mood? Gue tahu ada banyak di antara pecinta buku yang menargetkan akan baca sejumlah buku dalam kurun waktu tertentu dan kemudian berakhir hanya menjadi target semata dan nggak dapat apa-apa. Misalnya, ada yang menargetkan untuk membaca 10 buku dalam sebulan. 10 buku ini menjadi target yang diburu deadline waktu, dan akhirnya kalian nggak akan bisa menikmati proses atau momen membaca buku tersebut. 

Baca buku itu nggak harus dipaksain. Membaca adalah proses kita untuk merasakan apa yang ditulis dalam buku, semisal membaca novel sad romance yang juga membuat kita sedih, atau love storynya yang juga membuat kita berbunga-bunga. You'll find a magic in a good book kata JK. Rowling, dan untuk bisa mendapatkan feel dari sebuah buku harus sesuai mood. Jangan paksakan untuk membaca buku bisnis kalau mood kalian lagi pengen-pengennya baca buku Kpop, atau jangan paksakan membaca novel misteri kalau sedang ingin membaca novel romance, because you can't get the feeling! 
  • Try something new!
Gue pernah kerja di toko buku sebut saja Gramedia selama setahun, dan disitu gue belajar melihat minat-minat pembaca dan cerita-cerita pengalaman mereka dalam membaca buku. It was so fun! Seneng juga akhirnya bisa ketemu orang-orang yang memiliki minat serupa. Awalnya gue bukan orang yang suka baca novel detektif seperti Sherlock Holmes, atau buku-buku karya John Grisham karena topiknya yang menurut gue terlalu berat dan sebaiknya nonton filmnya saja, sampai suatu hari gue ketemu sama penggila Sherlock Holmes (sebut saja Mawar) yang menyarankan untuk baca salah satu cerita karya Sir Artur tersebut. Karena gue penasaran ditambah dengan teknik menjelaskan dari si Mawar yang jauh lebih hebat dari teknik marketing gue yang notabene the salesgirl waktu itu, gue memutuskan untuk membaca si Sherlock via HP alias download PDFnya. So, i tried something new dan sekarang buku Sherlock Holmes dengan cover setengah kepalanya si Benedict Cumberbatch sudah bisa ditemukan di salah satu rak (baca: tumpukan) buku di kamar kosan.
  • Buku sesuai Kebutuhan
Membaca buku sesuai kebutuhan mungkin sedikit bertentangan dengan poin pertama di atas, karena mood nggak selalu sejalan dengan kebutuhan. Misalnya, ada satu momen dimana kalian sedang mood untuk membaca Fan Fiction EXO, sementara disaat yang sama kalian butuh untuk membaca buku Rich Dad, Poor Dad-nya Robert T. Kyosaki untuk tugas resensi. Gue bukan orang bijak, bahkan kepribadian gue sangat jauh dari kata bijak, tapi mungkin gue bisa ngasih masukan untuk situasi kayak gini yaitu dahulukan kebutuhan. Gue sering mengalami situasi buruk seperti ini (dramatisasi) ketika sedang berada di toko buku. Gue lupa persisnya kapan. Waktu itu gue pengen banget beli buku The wolf of the wall street, dan momen dimana buku yang gue cari-cari itu sudah ada di genggaman... i saw it! Autumn in Paris karya Ilana Tan. Novel ini gue baca waktu masih di bangku SMA, dan kalo kalian sudah baca juga, gue yakin kalian setuju kalau novel ini layak mendapatkan bintang 9 dari 10. Dan kalian bisa menebak buku mana yang gue bawa pulang waktu itu tentu dengan rasa menyesal tak karuan karena mengikuti keinginan semu. Hahahahahaa...

Sekarang gue bakal ngasih list top 5 Indonesian Novel  mana yang bagus :

  1. Autumn In Paris by Ilana Tan (all Ilana Tan's novels are my fav, actually!)
  2. Melbourne Rewind by Winna Effendi
  3. Crazy into you by AliaZalea
  4. Pillow Talk by Christian Simamora
  5. Teman Tapi Menikah 
Thats it! hope you enjoy... >.<

Antara Mimpi dan Receh


sumber : https://www.pinterest.com/pin/503418064578800188/
Kali ini gue bakal ngebahas sesuatu yang pasti semua orang punya, and maybe i can say that this is a part of our soul. It is DREAM. Siapa sih yang nggak punya mimpi? Pernah nggak sih kalian kepoin orang yang bunuh diri? Kebanyakan dari mereka terlalu depresi dan kemudian kehilangan mimpi dan kehilangan alasan untuk melangkah maju. So yah dream is a part of the soul. Tanpa mimpi kita seperti kehilangan separuh jiwa dan bahkan alasan untuk hidup. But, mohon ingat kata-kata Junjunganque Opah Dumbledore 'Do not Dwell on Dreams and forget to live' ya.

Ada banyak defenisi dari mimpi, ada yang bilang mimpi itu adalah bunga tidur, sisa-sisa khayalan (sampah kali ya), but that's not a kind of dream i'm talking about right now. I'm talking about dream yang lebih mengarah ke cita-cita... and again, setiap orang pasti punya cita-cita. Sewaktu kecil kalian pasti sering ditanya nanti mau jadi apa? yah mirip-mirip lagunya 'Susan...susan kalo gede mau jadi apa' dan akhirnya Susan memutuskan untuk jadi sepopuler Anabelle, sayang belum ada filmnya karena sutradara lebih milih boneka mirip ondel-ondel kecebur daripada Susan untuk memerankan The Doll versi Indonesia. Hahahaa...


sumber: Google lah, btw apa cuman gue yang nyadar Doll-nya mirip ondel-ondel?

Tapi ya pertanyaan kayak gini biasanya menuntut jawaban seputar profesi, misalnya 'kalo gede aku mau jadi dokter' lagi-lagi mirip lagunya Susan. Kebanyakan sih temen-temen gue maunya emang jadi dokter, jarang banget yang bilang kalau gede nanti mau jadi petani, guru, apalagi PNS. Tapi setelah lulus kuliah justru mati-matian mau jadi PNS, katanya sih kerjanya enak dan mungkin dapat recehan dari sogokan sana sini (alibi karena nggak lulus masuk FK)...hehehe. 

When i was a kid, gue juga punya mimpi. Sebagai anak dusun, gue nggak pernah berhenti bermimpi dan bahkan ungkapan "menggantung mimpi setinggi langit" juga sangat berlaku buat gue kala itu. Sewaktu duduk di kelas 4 SD, gue selalu bilang ke orang-orang kalau mimpi gue adalah ke luar negeri, keliling dunia dan ketemu harry Potter. Walaupun di usia segitu gue udah ngerti dan sangat sangat ngerti bahwa Harry Potter cuman tokoh fantasy yang ada dalam otak J. K rowling, tapi ttetteupp gue ngotot buat ketemu, and that was my dream. Ketika duduk di bangku smp, gue yang saat itu labil stadium 4 pun mengganti mimpi untuk jadi pemandu wisata.  Saat itu gue memperhatikan bagaimana uniknya budaya Toraja, kampung halaman tercinta dan bagaimana seringnya gue ketemu sama bule bule dan betapa kerennya setiap pemandu wisata yang jago bahasa inggris. As a kid, i was amazed!


KARUAYA, TUMBANG DATU, TORAJA
sumber : dokumen pribadi

Setiap gue ngeliat bule-bule berlalu lalang,  imajinasi gue yang rada najis ini mulai memikirkan hal-hal aneh semisal gue mau jadi pemandu wisata biar cinlok dengan bulenya, dengan begitu gue bisa ke luar negeri (saat itu pikiran gue belum hentai ya genks, eh sekarang juga nggak kok, teteup syantik dan asyk hahaha) dan mewujudkan mimpi gue sedari SD, ketemu harry Potter. Well,  berkat imajinasi gue yang itu (#eh) gue pun termotivasi untuk belajar bahasa inggris, mulai dari nonton film ga pake subtitle sampai update status di facebook pake bahasa inggris. Gue bahkan bisa berbangga dan jamin kalo nilai gue rata-rata 80-90 untuk mata pelajaran itu. Walaupun sekarang skill english gue masih level receh, gue nggak pernah nyerah dan melatihnya setiap hari, of course dengan harapan bisa lancar ngomong bahasa inggris biar nanti nggak nyasar kalau ke luar negeri (syupper kan @.@).

Tapi kemudian gue heran, kenapa sih gue lahir di lingkungan dimana gue bahkan nggak bisa ngomongin mimpi gue ini dengan bebas tanpa harus dibully sana sini. Jaman SD dulu, gue nggak ingat persis pernah bilang ke siapa kalau gue pengen banget ke luar negeri, dan kalimat pertama yang gue denger adalah "mimpi itu harus realistis, ke luar negeri itu nggak murah". Komentar seperti itu sontak membuat gue speechless bercampur malu dan marah. Gue marah karena orang yang ngomong ini sangat sangat mengunderestimate gue, dan malu karena gue ngerasa diperlakukan kayak orang sakit jiwa hanya karena mimpi gue yang katanya TIDAK REALISTIS. Akhirnya gue mikir kalo jadi pemandu wisata itu realistis dong, karena itu salah satu profesi dan sejak saat itu gue nggak pernah lagi bilang bilang buat ke luar negeri suatu saat nanti....  ke siapapun.  

Mimpi untuk menjadi pemandu wisata tetap gue bawa sampai ke bangku SMA. Sangat mengecewakan karena guru bahasa Inggris gue di bangku SMA juga memiliki skill yang sangat sangat receh untuk menjadi seorang guru bahasa inggris. Damn! Akhirnya gue belajar bahasa inggris secara otodidak dan berakhirlah gue dengan skill yang juga receh.

Sebagai anak SMA labil dengan jiwa nero- nero tidak jelas, mimpi untuk menjadi pemandu wisata nggak lagi sekeren jaman SMP dan bukan lagi tujuan utama. Oppa cakep dan ahjussi gagal tua memenuhi pikiran gue saat itu. Jadilah gue menjadi anak-anak warnet yang nongkrong berjam-jam demi setetes inspirasi dari video-video oppa dan of course mendowloadnya dengan penuh kesabaran (FYI : smartphone belum ada waktu itu, wifi apalagi, beli flashdisk aja susahnya minta ampun). Jaman putih kotak-kotak kala itu gue berasa maniak sakit jiwa dan terancam akan overdosis Oppa Suju (i'm not ELF, btw), Boyfriend, BEAST, 2PM, serta SNSD dan jajaran eonni cantik lumayan jadi pelengkap imajinasi gue yang akhirnya membangunkan mimpi lama yakni ke luar negeri, tapi kali ini pengennya ke Korea bukan ke Eropa lagi.

Tanpa gue sadari, mimpi polos dengan kemungkinan untuk terwujud hanya 0,1% ini berubah menjadi obsesi. Bagaimana tidak, ketika gue memutuskan untuk hijrah dan kuliah di Makassar, sehari-harinya gue diberi asupan lagu-lagu kpop baru seperti EXO ( kkyyyaaaa >.<) dan tentu sarana untuk mendownload ini itu semakin tersedia dimana-mana. Smartphone, wifi, laptop.... that's all i need then i made my own world. Teman-teman kuliah gue juga rata-rata Kpop. Sebuah zona yang sangat nyaman buat gue berekspresi, and being Kpoper is no longer weird! nggak akan ada lagi pembullyan karena gue dengerin lagu EXO berkali-kali, download variety shownya SEVENTEEN, dan pasang muka my one and only Joshua Hong di wallpaper HP.

The sad story is, bahkan sampai sekarang mimpi itu hanya sekedar mimpi. Di usia 23 pun gue belum bisa mewujudkan salah satunya, ke korea, natalan di London, makan salju and so many more is still a dream. Gue harus menghadapi kenyataan bahwa ke luar negeri itu sangat sangat susah dan ribet, dan tentunya mahal. Gaji receh sebagai karyawan biasa mana cukup, belum lagi tuntutan kebutuhan ini itu. Tapi gue yakin suatu hari nanti semua ini nggak akan terus-menerus jadi mimpi tak berujung gue yang kedengarannya alay dan puitis menjijikan. Gue yakin Tuhan nggak akan memberikan gue keinginan sebesar ini tanpa membantu untuk mewujudkannya. iya kan? So guys keep dreaming! 


Sinopsis Film Vanishing Time: The Boy Who Returned

Kau pernah bilang, kan? 
Sekalipun ada dunia lain, selama itu bersamamu... 
Semuanya akan baik-baik saja.



Setetes pertanyaan random nih :Pernah nggak sih kalian berpikir untuk menghentikan waktu? atau terjebak di sebuah pulau tak berpenghuni?

Nah, film vanishing time ini kurang lebihnya menceritakan tentang dunia yang berada di dimensi yang berbeda dengan kita. Kalo diliat dari judulnya, kalian pasti sudah bisa menduga film ini tentang apa. Ceritanya diawali oleh Soo Rin, seorang anak baru di sekolahnya yang dinilai freak oleh teman-temannya karena suka menulis blog tentang misteri, yah semacam blog-blog horor gitu lah. Anak SD yang sudah menulis blog itu kalau di Indonesia sudah lumayan canggih ya, jadi kayaknya sih si Soo Rin ini pindahan dari kota, Seoul maybe? #cucoklogi

Suatu sore Soo Rin bertemu dengan Yeo Seong Min, seorang anak yatim piatu yang ternyata sudah membaca semua tulisan Soo Rin di blognya. Sebagai anak kecil yang memiliki banyak waktu luang alias kerjanya cuman main-main doang, mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan sebuah ritual yang pernah di tulis Soo Rin di blognya. 





Sampai disini gue sempat sok tahu dengan menduga-duga kalau mereka akhirnya ke dimensi lain gara-gara main game horor manggil hantu, tapi kalau dilihat dari trailernya sudah pasti bukan ini penyebabnya. Time goes on, Seung Min dan Soo Rin semakin dekat, bahkan Seung Min satu-satunya anak yang mengerti huruf baru yang diciptakan Soo Rin. Iya, huruf baru yang bentuknya mirip gambar-gambar UFO dan bunga-bunga tidak jelas.





Suatu hari, Soo Rin bertemu dengan Seung Min dan 3 orang teman lainnya yang saat itu sedang berencana untuk bermain di hutan. Di saat anak-anak jaman sekarang main game bahkan punya facebook dan pacarannya manggil ayah bunda, mereka malah memilih untuk main di hutan. yah, tipikal anak-anak desa yang bahagialah pokoknya.Well, singkat cerita mereka menemukan gua di hutan yang hanya bisa dimasuki oleh anak kecil saja. Di dalam gua tersebut mereka melihat sebuah benda berbentuk telur misterius yang bikin gue ingat tentang telur alien dan dinosaurus. Menurut legenda setempat, konon setiap bulan purnama akan muncul sebuah gua misterius di dalam hutan tersebut yang di dalamnya terdapat monster pemakan waktu. Rada-rada imajinasi berlebihan sih, tapi namanya juga legenda, emang ada yang masuk akal?



Singkat cerita, Seung Min memutuskan untuk mengambil telur misterius tersebut dan memecahkannya. Disinilah terungkap bahwa legenda setempat tentang monster pemakan waktu itu benar adanya (Halah.. bahasa gue), walaupun penampakan monsternya sama sekali nggak ada tapi sesuatu di dalam telur tersebut menyebabkan terhentinya waktu bagi ketiga anak lelaki tersebut. Sementara itu Soo Rin masuk kembali ke dalam gua untuk mengambil jepitan pemberian ibunya yang tertinggal tidak ikut dalam dimensi lain seperti ketiga temannya. Hal ini menyebabkan Soo Rinlah satu-satunya anak yang selamat, dan ketiga temannya menghilang.

Well, gue akan ngasih bintang 7 dari 10 untuk film ini. Alasannya karena konsep ceritanya sudah bisa ditebak dari nonton trailer dan judulnya, udah gitu ceritanya juga menurut gue sih lumayan pasaran dan tentunya ending menyedihkan yang tidak memuaskan hati hamba ini, but still gue kasih bintang 7 karena akting Kang Dong Won yang sedih-sedih minta dipeluk sepanjang film bahkan nangisnya menurut gue asli banget, berhasil membuat gue jatuh cinta dan kemudian spazzing foto-foto dia di google. Sangat berbeda dengan Tae Goo Eom yang beneran akting layaknya figuran (mungkin disuruh sutradaranya kali ya...), padahal kan  ketiga anak ini harusnya ditonjolkan karakternya, jangan cuman si Seung Min saja. Film ini memang nggak berhasil bikin gue mewek atau kessel sampe mau ngelemparin laptop kantor yang gue pakai nonton kala itu, tapi cerita yang mengambil sudut pandang dari Soo Rin ini lumayan bikin terharu dan membekaslah kalo gue bilang. Shin Eun Soo juga bermain dengan sangat cantik di film ini. Segala kefreakannya dia mulai dari tertarik dengan hal-hal mistis sampai menciptakan huruf rahasia yang cuman dia dan Seung Min doang yang ngerti bikin gue teringat masa kecil gue yang rada-rada freak dan alien banget. Oiya, nilai plus dari film ini juga adalah lokasi pengambilan gambarnya yang total banget, bisa dilihat dari rumah tua di hutan yang dibuat sedemikian rupa dan menurut gue bagus banget.

Buat kalian yang suka drama fantasy, vanishing time ini merupakan film yang bisa gue rekomendasikan. Well, pelajaran yang bisa didapatkan dari film ini adalah.....jeng jeng jengggg :


  1. Jangan suka main di hutan, kalo orang tua kasih tau jangan ngeyel. Kan nggak lucu kalo ilang kayak Seung Min dkk, kalian main masak-masak aja di rumah tetangga.
  2. Kalo ada telur misterius apalagi yang mengeluarkan cahaya silahkan di ambil, kali aja bisa jadi jimat atau telur alien (cuci otak..)
  3. Mulailah dari sekarang membuat huruf baru kayak si Soo Rin, walaupun gue juga nggak ngerti faedahnya apa.
  4. Kalo ada Om-Om yang ngaku-ngaku teman kalian, jangan di percaya. Bisa aja kan dia pedofil.
Segitu aja ya review ampas gue yang nggak berfaedah, yang pasti film ini recomended bangett!!!




Hi, there

Dear Me June 28th 2019,

Hi kamu, apa kabarmu di masa depan? Apa kamu baik-baik saja? 
Hari ini aku menyempatkan diri untuk menulis sepucuk surat untukmu di sela-sela kesibukan kantor yang akhir-akhir ini menyita sebagian besar waktuku. Tahukah kamu, aku menulis surat ini beberapa hari setelah ulang tahunmu yang ke 23. 

O iya, sekedar mengingatkan, ulang tahunmu baru baru ini tidak terlalu menarik, setidaknya tidak semenarik tahun-tahun yang lalu. Iya, teman yang dulu di bangku kuliah sekarang masing-masing sibuk mengejar mimpi, ada yang melanjutkan study, ada yang kerja kantoran, bahkan ada yang sudah bangun usaha (oya, sekarang sudah punya usaha belum?)... semoga ulang tahunmu yang ke 30 lebih menarik ya...

Tujuh tahun kedepan, aku berharap kamu masih bisa meluangkan waktu untuk membaca sedikit omong kosong yang akan kutuliskan di surat ini, mungkin kamu akan tertawa dan menganggap betapa bodohnya aku yang masih meluangkan waktu untuk memperhatikanmu di masa depan. 

Masa depan ya? hmm... untuk sekarang aku sudah tidak bisa melihat gambaran itu dengan jelas. Ingatkah kamu ketika masih duduk di bangku SMA? Ingatkah kamu bagaimana kamu dapat melihat dengan jelas masa depan yang kamu inginkan: Jalan-jalan ke luar negeri (kalau bisa ketemu jodoh disana ala-ala film Hello,Stranger), menikmati sunset di Pantai Sanur, membeli sebuah kamera (sejak SMA memang ingin jadi fotografer ya, sayang dana tidak mendukung hehe...) dan jalan-jalan ala backpacker dengan ransel besarmu, menerbitkan novel, dan membangun rumah sederhana? Mimpi-mimpi yang sering kamu tuliskan di setiap sudut catatan buku matematikamu sekarang apa kabar? atau jangan-jangan sudah terlupakan ya? Jangan sampai deh, apalagi daftar barang yang akan kamu beli setiap tahun yang kamu tuliskan di dinding kosan lamamu. Itu penting loh ya... biar uangmu tidak habis percuma

.


Jujur sekarang ini aku sedang membayangkan bagaimana kehidupanmu disana, apakah sudah sukses? sudah berapa banyak prestasi yang berhasil kamu capai? Sudah berapa banyak buku yang sudah kamu baca? masih suka nonton drama korea sampai dini hari? saat ini aku memang sangat menyukai drama korea dan beberapa boyband baru, sayang ya EXO tahun ini meredup jadi pindah idol deh. Sekarang aku penasaran boyband mana lagi yang jadi Biasmu, atau justru sudah berganti selera karena bertambahnya usia? 

Apa kabar dengan kebiasaanmu menyisihkan sedikit penghasilan untuk membahagiakan diri sendiri seperti nonton film di bioskop sendiri sampai membeli cat kuku dan pulpen lucu yang hanya bertahan 2 minggu sebelum akhirnya hilang entah kemana? hahaha... kosanmu itu memang seperti house of dissapear ya... ada tuyulnya kali... Apa kamu masih suka jalan di mall sendiri sepulang kerja, memasang headset sembari bersenandung kecil mengikuti lagu 'i dont wanna cry'nya Seventeen? Ingat, jangan terlalu terbawa suasana ya. Aku tahu kamu sering terbawa suasana ketika mendengarkan lagu-lagu kpop, padahal tahu artinya juga dari google. Apa sekarang kamu masih sering tiba-tiba merasa di negara lain ketika mendengar sebuah lagu yang bagus? Apa kamu masih ingat bagaimana kamu sangat suka lewat sekitaran pantai ketika senja, tentu saja dengan ditemani lagu Untitled-nya Gdragon dan diam-diam menghayalkan ini itu. Hmm, jangan terlalu merepotkan Mas Gojeknya ya.... 

Apakah sekarang kamu sudah menikah? Hahaha... pertanyaan gila kan? aku yakin di usia ini kamu masih sibuk mengejar karir, memenuhi kewajiban adat (maklum orang toraja,hehe..), dan sibuk mengumpulkan pundi-pundi untuk bisa ke luar negeri dan 'menikmati hidup' seperti yang saat ini kulakukan. 
Mungkin di usia mu itu orang akan sering bertanya 'kapan nikah?', 'calonnya mana?', bahkan di usia 23 tahun sekarang pun sudah ada beberapa selentingan pertanyaan dari keluarga. Apakah jawabanmu masih sama : "Jika belum menemukan yang cocok, kenapa harus buru-buru". Untuk seorang wanita, menikah di usia 30 rasanya sudah lumayan tua bahkan terkesan 'terlambat', maaf loh ya mungkin kata-kataku sedikit menyakitkan. Masih ingat kata-kata Mama? "lihat teman-teman seangkatanmu yang bahkan sekarang sudah memiliki momongan", apakah di usiamu yang sekarang, masih diomeli? Hahahaa kalo iya, aku hanya bisa tertawa.

Tapi aku yakin, bahkan seperti 7 tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, menikah kamu tempatkan di urutan kesekian dari daftar mimpimu, urutan terakhir kalau tidak salah dan seperti yang selalu kamu katakan, menikah bukan satu-satunya cara untuk bahagia kok... dan aku setuju, nggak usah ikut-ikutan! Kita sama-sama tahu kamu belum siap diatur sana sini sama suami dan mama mertuamu. Hahahahaa... Jangan berubah yah untuk yang satu ini, aku yakin mengejar mimpi jauh lebih penting daripada memikirkan rumitnya pernikahan. Walaupun begitu, aku berharap suatu saat nanti ada yang bisa mengubah pikiranmu tentang itu. 

Akupun penasaran apakah kamu sudah move on dari orang itu dan kembali mencari si Tatsuya. Masih ingat novelnya ilana tan yang berjudul Autumn in Paris kan, waktu itu Fujiwara Tatsuya berhasil membuatmu jatuh cinta, bahkan sampai aku menulis surat ini pun aku masih berharap di masa depan kelak kamu dapat bertemu sosok dengan kepribadian sebaik dia (imajinasi banget kan ya..). Apa daya, hobby baca memang harus siap menampung ribuan imajinasi kan ... 

Oya, jangan sampai jodohmu jauh ya kalau masih pasang standar tinggi. Masih ingat kan bagaimana kamu sangat selektif kalau soal pasangan, harus lebih pintar darimu kalau tidak salah, tapi itu tidak akan susah secara kamu tidak pintar-pintar amat ya kan 😋😋...  Yah, aku sih setuju...  Cari jodoh kan harus seperti itu,  lelaki yang smart akan tahu bagaimana membahagiakan pasangannya. Bahkan diam-diam kamu berharap suatu saat nanti bertemu Tatsuya dan menjelajahi tempat-tempat romantis di seluruh dunia.  Aku doakan ya... 😊

Aduh maaf nih,  membuang-buang waktumu dengan membahas hal yang tidak penting, padahal harusnya aku menanyakan kabarmu. Kamu baik-baik ya disana,  jaga kesehatan, jangan suka begadang (iya aku tahu kamu insomnia tapi kurangi mengkonsumsi kopi) rajin-rajinlah menulis apapun itu, karena sepertinya itulah cara paling ampuh untuk mengalihkan perhatianmu dari setiap tekanan yang kamu alami. Last but not least, rajin membaca ya, jangan cuma novel saja karena kalau kata iklan entah apa,  wanita yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas. 

Mungkin itu saja yang ingin kusampaikan, terimakasih sudah membuang-buang waktumu untuk membaca surat yang tentu tidak berfaedah ini. 




Dariku, dirimu tujuh tahun lalu....