Curhat Kerjaan dan Rasanya Dihargai

Sejak kecil gue pengen banget keliling dunia. Karena keliling dunia terdengar sangat mustahil, jadilah gue persempit keliling indonesia aja, itu juga masih rada mustahil karena keadaan dompet yang selalu kering, mungkin karena jarang dicuci :(

Seneng aja liat foto-foto traveler di instagram dan nonton food vloger di youtube. Anyway, gue paling suka nonton Best Ever Food Review Show, gue kasih linknya di bawah:


Gue pengen banget ke Thailand dan Filipina setelah nonton video-video di chanel ini, apalagi dengan kuliner ekstrem yang bikin kita makin penasarann

Dulu gue pikir jalan-jalan ke luar kota karena kerjaan itu keren. Selain bisa cuci mata, tiket dibayarin, dapat uang saku pula. Suka iri liat teman-teman seangkatan yang kerjanya jadi auditor. Jalan-jalan kesana kemari bahkan sampai ke Papua. Kerja rasa liburan. 

Sewaktu kuliah, gue sempat kerja di toko buku sampai lulus. Lumayan buat bantu bayar uang ujian skripsi dan wisuda yang saat itu tidak dibiayai beasiswa. Menjelang skripsi gue sempat tertekan batin(halah, lebbeh) dikit lagi depresi karena harus kerja sampai jam 11 malam, dan pulang ke kosan buat kerjain skripsi sampai subuh, besoknya ke kampus ketemu pembimbing trus lanjut kerja lagi. Sempat khawatir juga gue telat lulus, tapi Puji Tuhan skripsi gue baik-baik aja. Mungkin karena pembimbingnya nggak rese (Thankyou Jack Sparrow). 

Awalnya gue seneng bahkan bangga bisa kerja di toko buku. Gue suka seragamnya apalagi sepatunya, nggak kaya Mbak-Mbak SPG Make Up yang harus pake high heels. Selain karena emang hobby baca dan bisa dapat potongan harga, kesempatan buat bertemu banyak orang menjadi hiburan tersendiri. Seperti prinsip akuntansi, semua harus balance. Ada yin dan yang. Ada sisi positif dan negatifnya. Tiga bulan pertama kerja disana emang suatu tantangan luar biasa. Bayangkan saja berdiri selama 10 jam, istirahat 30 menit buat makan, dan tidak boleh pegang HP. I can't! Betis gue rasanya mau pecah(?), tiap pulang ke kosan harus direndam air hangat dulu biar bisa tidur. Kalo nggak, besoknya udah nggak bisa jalan kali gue. Belum lagi tekanan di tempat kerja (nasib anak baru) dari sesama karyawan, atasan bahkan ketemu customer rese! Tapi semua pasti ada hikmahnya, gue percaya apapun itu Tuhan punya rencana yang lebih baik. 

Long story short, gue mulai bosan kerja disana. Jenuh aja kayak judul lagu. Mungkin karena beberapa kebijakan perusahaan yang waktu itu udah nggak sejalan, sebut saja lembur yang disebut loyalitas, hari libur dan bonus suka dipotong sama supervisor, belum lagi pendapat dan ide-ide karyawan yang jarang didengar oleh pimpinan. That sucks! Jalan ditempat, nggak ada perkembangan sama skali.

Kejenuhan ini bahkan mempengaruhi minat gue terhadap buku. Saking enegnya liat buku, ada banyak sekali buku yang gue beli tiap gajian, ujung-ujungnya hanya disimpan masih lengkap dengan plastik dan harganya. Yang awalnya seru bisa kerja di tempat rame, sekarang malah pengen waktu buat menyendiri. Jadi nggak sabar pengen cepet-cepet lulus,biar bisa kerja kantoran, punya ruangan sendiri, bisa putar lagu yang gue suka, bisa ngopi, bahkan siram indomie kalo lagi laper. Gue pengen jadi akuntan, i love work with numbers and above all, i just want to be heard! Jujur aja, sebagai sales girl, lo nggak akan pernah didengar dan ide-ide lo nggak akan pernah diperhitungkan oleh siapapun, because you are just a salesgirl! even setelah beberapa bulan, gue diangkat jadi customer service teteeupp aja rasa nggak puas itu ada, teteupp aja ambisi gue lebih dari sekedar jadi customer service. Tapi kalo jadi customer service Google, enak kali ya...

Kadang sedih kalo ada teman kuliah yang nanya 'masih kerja di toko buku?', 'kenapa tidak melamar di tempat lain?', bahkan ada yang dengan sangat kejam (lebay) nanya 'Sarjana akuntansi kan, kok kerja disini?'. and i was like 'emang salah ya sarjana kerja di mall, emang ada aturannya sarjana harus kerja kantoran?' Belum lagi pandangan tetangga di kampung. Ini yang paling nyesekk. Kalau ada yang nanya ke Ndopi (my mom) anaknya kerja apa? and she said 'oh, jaga-jaga toko saja di Makassar'. WHATTTTTT...I'm just TT, Just like TT :'( :'(. Jadi males pulang kampung, ngambil cuti juga cuman buat tiduran di kosan. Mending tidur daripada harus pusing mikirin jawaban buat pertanyaan-pertanyaan tetangga rese nan kepo.

Waktu itu gue mikir, segini aja nih gue? Gue kok masih disini-sini aja? Gue juga pengen kali punya kerjaan keren kayak orang-orang, kayak teman-teman angkatan gue yang lain. Gue juga pengen bikin orang tua gue bangga. Jadi kalo orang nanya anaknya kerja dimana, beliau bisa dengan bangga bilang "Oh, anakku sekarang akuntan", bukannya bilang jaga toko :'(
Tuhan nggak pernah tidur. Itu kata orang-orang yang suka sok tahu, padahal kan who knows? hehehe Selang beberapa lama, akhirnya gue dapat panggilan dari perusahaan tempat gue sekarang bekerja. Walaupun kenyataan tak seindah harapan (halah), gue tetap bersyukur. Ada satu perusahaan yang sangat-sangat gue harapkan waktu itu, tapi apalah daya pungguk merindukan bulan (rasanya makin kesini, makin puitis nih tulisan) panggilan itu tak kunjung datang. So, dengan sabar dan tawakal gue memutuskan untuk resign dan masuk ke tempat baru.

Bukan hidup namanya kalau tanpa masalah. Kantor baru bukan berarti bebas dari penjajahan. Kebetulan budaya perusahaan yang sekarang gue tempati rada horor sih, karyawannya nggak bisa nyantai dikit, tiap hari rasanya kayak dengerin orang konser, berisikk!!! Ngak heran ada yang mukanya boros saking seringnya marah-marah. Beruntung saat itu gue dan teman sesama akuntan lain dapat ruangan sendiri di lantai 2.

Selain jadi akuntan, gue juga dapat kesempatan buat jadi auditor salah satu hotel. Enaknya, karena dapat kesempatan buat jalan-jalan ke luar kota. Nginap di hotel gratis selama seminggu sampai bosan. Makan di resto juga gratis. Tapi diluar segala fasilitas yang bisa gue dapatkan secara gratis ini, hal yang paling gue suka adalah bagaimana orang lain sekarang melihat gue. I'm no longer a sales girl yang bisa dimarah-marahin kalo customer lagi bad mood (#Sombongdikitbolehnggaknih). Gue bukan lagi invisible girl, yang bahkan gue loncat-loncat pun orang nggak akan repot-repot nanyain itu siapa, apalagi mendengarkan pendapat gue, yang ada dikirain gila.

Berkat profesi baru ini, akhirnya gue bisa ngerasain enaknya dihargai dan didengarkan. I was amazed how people treat me so well. Dengan ini gue belajar untuk memperlakukan orang dengan baik dan berusaha menghargai setiap ide dan pendapat orang, karena ternyata rasanya luar biasa. Gue pernah berada di posisi paling bawah, i was invisible, gue berharap bisa mengambil pelajaran dari setiap pengalaman buruk di masa lalu, demi menjadi orang yang lebih baik lagi.

Somehow, people think it's cool to be a jerk. Honestly, it's way cooler to be nice!



Home not House

I'm on a phone call with my mom when i'm writing this. Kami (my mom and i) sedang membicarakan masa depan; rencana kedepannya seperti apa, sekolah adik-adik gue apa kabar, biaya untuk ini dan itu, mimpi-mimpi yang belum sempat diwujudkan, sampai mendengar wejangan-wejangan ala ibu-ibu rempong. 

"Jangan boros, jangan sombong, jangan kikir, jangan suka stres, jangan marahin orang, jangan meremehkan orang lain, kurang-kurangin sirik dan mengeluh, jangan ikutin anak orang kaya yang bisa beli buah dan sayur di mall (ehem), rajin nabung biar bisa beli tanah dan rumah" SIGH!

Akhir-akhir ini gue pengen banget punya rumah sendiri. Setiap pulang kerja, gue suka berhayal enaknya punya rumah sendiri. Nggak enak banget deh numpang di rumah keluarga. Buat kalian yang udah pernah atau sedang tinggal di rumah keluarga semisal Om dan Tante, pasti paham deh susahnya kayak gimana. Banyak bapernya, dikit-dikit baper. Walaupun keluarga yang bersangkutan sebenarnya baik, tapi yah kita sebagai yang numpang suka nggak enakan apalagi dengan kata-kata 'tau diri'. Ugh! Pengen pulang malam, nggak enak. Mau bawa teman ke rumah apalagi. Jangankan bawa temen, mau makan aja suka mikir, suka nggak enak padahal nggak ada yang larang, tapi yah gitu....

Gue selalu membayangkan sebuah rumah kecil dengan halaman yang asri (bukan berarti gue suka berkebun ya) ala-ala rumah horor di tengah hutan. Gue bakal dengan senang hati duduk menikmati kopi hitam di sore hari sepulang kerja di belakang rumah, dan melakukan hal-hal random yang mungkin terlintas di kepala gue tiap weekend, pesugihan misalnya. Nggak bakal pusing pendapat orang tentang kelakuan gila gue because this is my damn house,people! Nggak pusing juga diomelin tiap sore karena malas ke gereja. Iya.. gue emang males ke gereja, kenapa? masalah buat lo? (kok malah ngegas!)

Kalau punya rumah sendiri nanti gue berencana pelihara anjing yang akan gue kasih nama Aslan, burung hantu dengan nama Hedwig dan punya aquarium besar untuk ikan lele. Gue bahkan berpikir untuk melanjutkan hobby masa kecil, piara laba-laba dan hewan aneh lainnya. Selain itu, gue akan beli lemari buku yang bisa menampung koleksi buku gue yang sekarang makin tak terurus. Sedih juga liatnya. Kalau bisa ada ruangan khusus buat perpustakaan mini, yah sejenis ruang kerjalah kalo di drama-drama. Di ruang tamunya nanti gue bakal pasang pohon kering yang di cat hitam atau putih yang bisa gue hias saat Natal. 


| How to Mix and Match Decor for a Rustic Chic and Modern Glam Christmas! | http://soiree-eventdesign.com
Kurang lebihnya kayak gini, gambarnya gue ambil dari Pinterest

Gue bahkan sudah memikirkan desain kamar gue nantinya kayak apa. Sejak kecil gue pengen banget punya kamar bernuansa hijau dengan tema Slytherin. 

                               


Gue udah memutuskan untuk tidak meletakkan lemari buku di kamar, nantinya malah sempit, jadi di ruang tamu aja. Kalau gue ada rejeki nomplok, gue bakal beli TV superrr gedeee kualitas HD biar puas liatin pori-pori di wajah oppa pas nonton drama korea. Jangan lupa pasang AC juga karena gue bukan tipe orang yang tahan udara panas (tapi harus hemat, listrik mahal soalnya). 

Satu hal yang sangat-sangat ingin gue lakukan kalau sudah punya rumah sendiri nantinya adalah menyetok indomie dan beer kaleng di kulkas dan untuk perayaan tertentu, mungkin gue bakal coba beli wine online (i've tried this before, and its damn expensive!). Iya gue suka minum beer dan masih penasaran sama rasa wine tapi nggak pernah sampai mabuk sih. Jangan salah paham dulu, i'm not an alcoholic tapi gue bakal lebih pilih bir dibanding pepsi.

Tiap bulannya gue bakal buat list benda-benda yang pengen gue beli semisal mesin pembuat kopi ala warkop-warkop keren, lampu-lampu tumblr kecil yang lucu buat lemari buku, kursi relaksasi (ini kemahalan sih), pemanggang daging serba guna dan kompor gas portable buat masak indomie ala-ala, piring-piring cantik juga kalau perlu. Itu semua optional sih, nggak wajib. 

Segitu aja dulu imajinasinya, jangan mimpi ketinggian, jatuhnya sakit.






BOOKS AND OLD MEMORIES




Udah tiga hari ini gue selalu bangun cepat, lebih tepatnya nggak ikhlas bangun tapi HARUS bin WAJIB karena ngurusin dokumen pagi-pagi demi masa depan yang lebih baik. Akibatnya gue nggak punya waktu banyak di kamar mandi. Padahal waktu produktif gue (baca: waktu produktif buat otak gue mikir hal-hal random) ya di kamar mandi. Kadang gue suka lama-lama, bukan karena lama sabunannya, tapi karena lama mikir alias merenung nggak jelas. Kadang otak gue suka mikir yang aneh-aneh dan , saking anehnya, kadang gue sendiri heran kok bisa otak gue memproduksi hal-hal seperti itu, kok bisa gue mikir serandom itu, sampai ketawa sendiri bahkan galau sendiri.

Pikiran random di kamar mandi seperti ini bisa mempengaruhi keseharian gue. Ada momen dimana pikiran-pikiran itu membuat gue seneng dan senyum-senyum sepanjang hari, sementara di hari lain sedih tanpa alasan. Sometimes, i live my life like a fantasy movie, and the other day like a real nightmare. Cara gue berpikir ini mempengaruhi cara gue berinteraksi dengan orang lain. Ada kalanya jadi sangat usil dan suka gangguin orang, lalu besoknya jadi super introvert dan sibuk dengan dunianya sendiri.


Pikiran gue ini nggak muncul dengan sendirinya. Bisa karena nonton film, baca novel bahkan nonton video dokumenter Female Killers atau Unsolved Supernatural di youtube. Misalnya, gue bisa senang tanpa sebab and stay positive walaupun dimarahin atasan gara-gara baca Summer in Seoulnya Ilana Tan. Rasanya seperti punya harapan yang menghasilkan pikiran-pikiran positif, membayangkan tempat-tempat yang keren, kamar yang nyaman, cuaca yang bersahabat bahkan aroma kopi yang enak. Kalo kalian udah baca novelnya, i'm sure you'll agree gimana Ilana Tan memberi kita sebuah cerita romance penuh imajinasi yang bisa memberi asupan bagi para jiwa fangirl. Kemudian mood gue ini bisa dengan sangat cepat berubah jadi suram ketika membaca All the Bright Places-nya Jennifer Niven dan gimana gue bisa memandang dunia tanpa harapan ini dari sudut pandang Theodore Finch, dimana kematian rasanya lebih seru dibanding menjalani hidup yang membosankan.


Terkadang gue nggak ngerti gimana cara kerja sel-sel di otak manusia. Even my own brain. Gue bahkan nggak suka dengan cara berpikir otak gue yang sudah terkontaminasi realita. I'm a daydreamer, and i hate reality, but i have to face it like right now.

23 tahun bukan lagi usia yang pas untuk berhayal. Bahkan jika bersusah payah mencoba, i mean i even tried to imajine this and that, tapi rasanya udah nggak sama lagi ketika gue masih duduk di bangku SMP.  Berhayal tidak lagi semenyenangkan dulu.

Dulu gue sering melalui hari dengan cara yang berbeda dari orang pada umumnya. I like to dramatisize everything for fun. i think all of us do that, i just wanna hide from reality and create a new world in my head, where i could have a lot of friends, dragons, elfs, dwarfs, magic wand, and my Prince Charming. But time goes on, we all grow up and so do i.


Sekali lagi, 23 tahun bukan usia yang cocok untuk berhayal dan buku sangat-sangat membantu dalam hal ini, oh and a good song too. Gue sadar, gue nggak bisa lagi berhayal ini itu. Otak gue nggak pernah bisa istirahat, bahkan menjelang tidur pun gue masih aja banyak pikiran tapi bukan hayalan. Pengennya berhayal, tapi lagi lagi tidak semenyenangkan dulu. Baru juga berhayal dikit semisal punya rumah dengan konsep minimalis dengan banyak tumbuhan merambat di dinding-dindingnya yang berlumut, eh langsung dibuyarkan dengan fakta bahwa harga rumah mahal. Berhayal punya kamera baru, eh dibuyarkan lagi dengan fakta kalo harga kamera mahal dan harus milih antara beli kamera atau motor atau traveling atau novel-novel baru atau tiket konser wanna one :'(. SIGH!


Buku biasanya menjadi alternatif terbaik gue kalau lagi pengen melarikan diri dari kenyataan. Dan seperti tagline iklan L-men "Trust me, it works". It's like a sweet escape. Great books will transport you from this world  into another. Buku juga bisa jadi mesin waktu. Kadang dengan membaca, otak  dengan anehnya membawa kembali ingatan-ingatan masa lalu yang nggak selamanya menyenangkan. FYI, ingatan yang menyenangkan di masa kecil gue terhenti di natal 2006, dan dimulai lagi ketika masuk kuliah 2012. Periode di antara itu, i don't really remember. Terkadang gue susah membedakan mana ingatan yang nyata dan mana yang hayalan.


Bisa dibilang periode kebahagiaan gue bisa dibagi dua: 1. Pas masih sekolah di Hogwarts bareng Harry Potter, kadang kita suka mampir ke Hogsmade buat minum butterbeer, dan 2. Pas tinggal di Korea bareng oppa-oppa cakep sambil sapu-sapu jalan dari daun musim gugur (walaupun dua-duannya sampai sekarang sih) Diluar dari itu, gue nggak punya ingatan apa-apa lagi. Lebih tepatnyaa gue males buat inget-inget memori yang nggak menyenangkan!! i hate those sad stories of my life, dan sialnya terkadang gue ketemu buku yang bikin gue kepikiran sama semua hal yang gue nggak suka di masa lalu. Damn!


Gue tipe orang yang bakal baca satu buku berkali-kali like Harry Potter, novel-novel Ilana Tan, bahkan Dunia Cecilianya Jostein Garder. Padahal buku-buku lain masih antri sampai berdebu tak kunjung buka segel. (Boss, maaf nih saya butuh cuti seminggu buat baca semua novel saya, kasian kan udah dibeli tapi nggak ada waktu buat bacanya *smirk*) Alasan utamanya karena novel-novel ini justru membawa memori yang menyenangkan. As i said before, book is a time machine. Baca Winter in Tokyo bikin gue berasa kembali ke Jepang tahun 2013 yang bersalju, dan Summer in Seoul membawa gue ke Seoul nonton konsernya Jung Tae Woo, belum lagi Autumn in Paris...!OH MY GOD!! MY FAVORITE NOVEL EVER!! Tuh kan jadi kangen sama Tatsuya. Oh dan jangan lupakan ketujuh novel Harry Potter yang sangat-sangat mampu membawa kembali memori masa kecil gue yang menyenangkan. Salah satunya adalah waktu pertama kali masuk Gramedia liburan Natal 12 tahun lalu dan pas juga peluncuran buku Harry Potter and the Half Blood Prince.

Untuk mengakhiri tulisan ini, gue bakal mengutip kata-kata J.K Rowling

                                     Image result for quote jk rowling YOU CAN FIND A MAGIC IN A GOOD BOOK
So, buku bukan hanya kumpulan kertas yang menguning dan tinta yang akan buram termakan waktu, it's just another world.







Demons Inside Me



Apakah keadaan akan berubah, ketika kita tahu kapan waktu yang tepat untuk mati?
Apakah sikap kita juga akan berubah? 

Kurasa, jauh lebih baik mengetahui kapan kita akan mati. Bahkan dalam perjalanan pulang pun sempat berpikir sepertinya menyenangkan mengetahui adanya tumor dalam kepalamu, dan waktu hidup yang diperkirakan dokter mungkin hanya sekitar 1 tahun, ah tidak... mungkin 6 bulan akan membuatnya jauh lebih seru. Coba bayangkan apa yang akan kau lakukan dalam waktu 6 bulan itu? menjelajahi tempat baru? membaca semua buku murah yang kubeli di pelelangan buku usang? atau berbuat baik setidaknya sekali dalam sehari, 30x6= 180 kebaikan. Mungkin sudah lumayan untuk mengurangi sekian persen dari dosa yang kuperbuat dalam 23 tahun masa hidupku. Oh dan jangan lupa memberi makan anjing bodoh bernama Jhonny yang selalu menggonggong tanpa sebab bahkan tengah malam. 

Sebenarnya darimana asal semua pikiran bodoh ini?

Migrane 2 hari berturut-turut mungkin sudah memakan sebagian dari kecerdasan otakku.  Sekarangpun aku berpikir, apakah migrane dapat membunuh orang? apakah aku hanya perlu menenggak beberapa biji pil kemudian jatuh tertidur dan enggan bangun lagi keesokan paginya. 

Kemarin aku hanya mampu menenggak 2 biji saja, ukuran pilnya hampir sebesar ibu jariku. Apa yang ada dipikiran para apoteker itu sampai menciptakan obat sebesar itu. apakah sudah ada riset yang dapat memberikan funfact tentang berapa banyak orang mati tersedak akibat ukuran obat yang sangat besar? Seharusnya ini menjadi ide pokok skripsi salah satu anak farmasi, kan? Pengaruh ukuran obat sebesar biji langsat, terhadap jumlah kematian di dunia.

Ah, lagi-lagi darimana pikiran bodoh ini berasal dan sejak kapan? sejak kecil sepertinya.... selama 23 tahun usia hidupku di dunia, masih banyak pertanyaan bodoh dalam kepalaku yang ingin kutanyakan. Tapi pada siapa? Siapa yang cukup cerdas untuk menjawab semua pertanyaan itu? atau siapa yang punya sebegitu banyak waktu luang untuk memikirkan orang lain? Memikirkan pemikiranku?

Pernahkah kalian membayangkan, bagaimana rasanya mati? membayangkan bagaimana reaksi orang orang terhadap itu, dan bagaimana dunia tanpa kalian. Kurasa semua akan baik-baik saja setelah beberapa waktu berlalu. Karena aku, kamu, kita adalah satu dari sekian banyak produk gagal di dunia, yang tercipta mungkin dari kesalahan, atau hanya bagian dari eksperimen hidup, atau lebih buruk lagi menjadi sekedar figuran dalam cerita hidup orang-orang hebat.

Membayangkan diri sendiri seperti sebungkus snack yang akan kadaluarsa minggu depan. I mean, kita semua punya batas hidup seperti snack yang punya tanggal kadaluarsa. Pada akhirnya kita semua akan kadaluarsa. Pada akhirnya kita semua akan menghadapi akhir, dan sepertinya semua akan berakhir buruk. Because happy ending is no longer fun! seperti happy ending ala snow white tidak lagi populer, dan membuat Rupert Sanders menciptakan The Huntsman yang jauh lebih keren dari Pangeran-Entah-Siapa yang mencium Snow White.

Lalu, untuk apa kita diciptakan? untuk siapa kita bekerja? mengapa kita berusaha? sebenarnya apa yang kita cari?

Siapakah aku yang mempertanyakan kekuatan hidup?

Kau tahu apa yang mencegahku melakukan hal-hal gila? karena aku terlalu sibuk mengurusi dunia ini, terlalu sibuk mengurusi hal receh mengenai kehidupan, mengenai skandal artis, mengenai gosip di sekitarku, bahkan terlalu sibuk memikirkan ternyata capung adalah hasil metamorfosis dari undur undur. Mungkin aku terlalu sibuk atau lebih tepatnya sengaja menyibukkan pikiran agar tidak memikirkan hal yang tidak menyenangkan. Andai saja aku Theodore finch yang dengan gampang menulis kata tidak menyenangkan dan merobeknya, Tidak.. aku tidak akan merobek, melainkan membakarnya. Tapi apa bisa sesederhana itu?

Cesare Pavese pernah menulis "Kau tidak mengingat hari-hari, kau mengingat momen-momen". Aku mengutipnya dari All the Bright Places karya Jenniver Niven. Kita hidup untuk mengumpulkan momen, dengan resiko bahwa tidak semua momen yang kita kumpulkan adalah momen bahagia. Kita tidak mengingat hari, tapi kita terus menghitung berapa banyak hari yang kita lewatkan tanpa membuat momen yang menyenangkan, berapa banyak hari yang tersisa untuk tetap bernafas. Berapa banyak waktu yang kita buang tanpa melakukan apa-apa.

KITA HANYA SEKEDAR BERTAHAN HIDUP, lebih mirip Hunger Games. Lalu lihat seberapa banyak orang yang bertahan. Mereka berdiam diri menunggu giliran dijemput atau menunggu tulisan Game Over. Berapa banyak yang akhirnya memutuskan, untuk menekan tombol BERHENTI dan memprotes kecurangan disana sini, dan mengakhiri permainan atas kehendak sendiri.

Mungkin aku harus memulai sebuah perjalanan, kataku pada diri sendiri (lebih tepatnya pada sisi diriku yang lain, sisi diriku yang hanya diam menerima apa yang terjadi, dan menunggu mati menjemput). Aku harus pergi, ke suatu tempat, pikirku. Sebelum kebosanan ini membunuhku, membunuh otakku. Mungkin aku hanya BOSAN,atau SINTING lebih tepatnya. Seperti suicide-note George Sanders:

“Dear World, I am leaving because I am bored. I feel I have lived long enough. I am leaving you with your worries in this sweet cesspool. Good luck.” 
― George Sanders

Sebutkan hal aneh lain yang belum kulakukan? Hal aneh yang mencegahku melakukan tindakan gila dan tidak sesuai norma sosial di negara ini. Merusak rambut sendiri dengan mewarnainya. Hari ini keemasan, besok biru, lalu hijau kemudian ungu. Menarik. Rasanya menyenangkan melihat bayangan diri sendiri dalam cermin, setelah mengubah hal-hal tidak penting lalu meyakinkan diri sendiri bahwa tindakan ini menyenangkan, dan menghindarkanmu dari rasa bosan. Bosan dengan rambut panjang, lalu memangkasnya hingga sebahu, mungkin besok atau lusa akan membotakinya. Mungkin warna-warna memang memiliki sihir, jadi kuputuskan untuk mewarnainya saja. Ternyata, rasa bosanlah yang nanti akan membunuhku, atau membunuh pikiranku.

This is not a suicide note or what. This is just a collection of words or rather trashes from my brain.


You can go and check this song on youtube, we all have demon inside our brain.

in the darkness, i will meet my creator. and they will agree, i'm a suffocator
i'm sorry if i'm smother

if you're still breathing, you are the lucky ones

I Miss You


Bira, once upon a time!


Gue pernah ngebaca ini “ide bisa muncul kapan aja. Tapi nggak bisa diterjemahkan dalam bentuk tulisan kapan aja” di salah satu blog yang rajin gue baca setiap kali ada updatean, dan GUE SETUJU. Ide selalu ada kapan saja, ketika duduk di boncengan salah satu driver gobek(inisengajabukantypo), ketika bangun terlalu cepat di pagi hari (baca: bangun jam 3 entah kenawhy, lalu tidak bisa tidur sampai jam 5 dan berakhir dengan telat ke kantor kemudian merekayasa 1001 alasan ke supervisor), ketika sedang mengerjakan laporan bulanan bahkan ketika sedang di toilet membuang sesuatu(?).

Tapi nggak semua ide bisa dituangkan dalam bentuk tulisan kapanpun dan di mana pun. Kadang suka dongkol sendiri ke otak gue karena memunculkan ide-ide absurd di saat-saat yang tidak tepat, terkadang ide tersebut bikin gue galau sendiri karena terjebak antara pilihan “Tulis aja” or “Keep it for yourself” karena nggak semua isi di pikiran kita bisa diterima oleh pembaca. Oke sekarang gue terdengar seperti Raditya Dika yang punya banyak pembaca, padahal mah cuman teman kantor dan member grupchat line, itupun pada akhirnya jadi bahan bullyan. (Aku sabar kok, aku kuwat!) :’)

Ngomongin soal Raditya Dika, beberapa menit sebelum menulis ini, gue sedang menikmati weekend unfaedah dengan secangkir kopi Toraja (plus nggak ke gereja) sambil membaca buku terbaru Bang Radit (sok sok akrab -_-) berjudul Ubur-Ubur Lembur YANG NOTABENE udah kucel kayak uang yang nggak sengaja ikut kecuci dalam kantong celana. Sebenarnya buku ini udah gue tamatin dari beberapa hari lalu, which is gue berniat buat minjemin ke temen kantor yang bahkan sampai sekarang belum kesampaian.


                                                          



Seperti buku-buku Bang Radit sebelumnya, gue biasanya baca ulang bab yang gue suka kalau lagi gabut dan ini yang menurut gue jadi nilai plus buat semua buku Raditya Dika yang menurut gue unik karena menyuguhkan cerita berbeda di setiap babnya, nggak bikin bosen apalagi nunggu nggak jelas endingnya kayak apa, nasib karakternya gimana, nggak halu halu bangetlah pokoknya, beda dari novel-novel pada umumnya.

Nggak tau juga gue jelasinnya gimana, secara skill penulisan gue masih receh, lagian ini gue nggak lagi nulis review buku kok. I mean, I know why. I just can’t write it down. Sama halnya kalo kalian tanya kenapa gue suka baca buku, and all I can say is because I like it, no I love it!, atau kalo lagi mood menjelaskan, paling bilang karena gue bisa berasa lagi di luar negeri atau lagi di sebuah atmosfir yang berbeda atau berasa kenal dan bahkan berteman dengan karakter yang gue baca dan berujung gue didiagnosis gila oleh mereka. Ya pokoknya gitu, nggak tau juga jelasinnya gimana.

Salah satu bab favorit gue di buku Ubur-Ubur Lembur ini adalah ‘Percakapan dengan seorang artis’, artis yang dimaksud Bang Radit disini tak lain tak bukan adalah Prilly Latuconsina, yang tanpa perlu gue jelasin lebih lanjut, kalian seperti halnya 50% penduduk di Indonesia, pasti udah tau siapa. Itu loh yang main di GGS (Ganteng Ganteng Sekong, eh maksudnya ganteng ganteng serigala ala ala Jacob di film Twilight). Part favorit gue adalah :

‘Kadang aku suka ngerasa kangen, loh.’ Prilly tersenyum tipis. Dia lalu melanjutkan perkataannya, ‘Tapi nggak tau sama siapa.’
‘Maksudnya?’ Tanya gue.
‘Iya. Aku ngerasa kangen tapi nggak tahu apa yang dikangenin dan siapa yang dikangenin.’

Udah ah, capek ngetiknya. Kalian baca sendiri aja di halaman 155.

Gue sempat bengong beberapa saat setelah baca part ini, like blank for 20 seconds. Nggak tau otak gue mungkin lagi mendadak cuti berpikir, dan disini gue beneran nggak mikir, I mean gue mikir tapi nggak tahu lagi mikirin apa. Seabsurd itu sampai nggak bisa gue defenisikan sama sekali. I mean, I knew this feeling! gue sering banget ngerasain hal se-absurd ini, kangen tapi nggak tahu kangen sama siapa atau apa. Kemudian gue mikir, apa ini tanda-tandanya gue akan segera debut jadi artis? Apaan dah

Pernah nggak sih kalian ngerasa kangen, tapi nggak tau kangen sama siapa? 




Ada sebuah moment dimana gue bisa ngerasa rindu sama seseorang, tapi nggak tau siapa, apa gue rindu sama hantu? Oke ini halusinasi sesaat, apa gue lagi rindu sama oppa? Ini lebih halu lagi. Apa jangan-jangan dulunya gue pernah punya pacar kemudian amnesia kayak di drama Goblin? HAHAHAHAHA Apa gue GILA? I don’t know. Biasanya perasaan kayak gini muncul pas lagi sendiri di rumah, pas lagi cari buku di gramedia, pas nyium aroma parfum tertentu, for me biasanya aroma melati atau bunga kopi. Bahkan dengan melihat ranting pohon kering di pinggir jalanpun, gue be like 'it reminds me of someone'. Like I miss someone, tapi nggak tahu SIAPA! 


                               Image result for ranting pohon


Rasanya ya seperti kalian lagi kangen sama pacar, tapi nggak tau dah pacarnya siapa, wong pacar aja nggak punya. Mantan bukan, orang tua juga bukan soalnya kalo kangen ortu biasanya langsung telepon yang kemudian berujung dikacangin karena Ndok Pian lagi sibuk main game onet di HP barunya. Sigh!

Di luar sedang hujan ketika gue nulis ini. Its 18.48 PM. Orang rumah belum pulang, mungkin lagi family gathering atau sekedar jalan-jalan di mall sekeluarga which is gue nggak ikut, bukan karena nggak diajakin tapi karena emang lagi pengen di rumah aja, menikmati weekend ala ala home alone sambil dengerin suara-suara aneh dari lantai 1, dan Merenung sambil menatap layar Pak Aji (nama laptop gue) bengong. Sesekali gue ngecek notifikasi whatssap dan line, seolah sedang menunggu pesan dari seseorang, but who? 

Ada banyak hal yang kita rasain tapi nggak tau gimana cara jelasinnya, apalagi kalo ada yang nanya kenapa? Kok bisa? Kadang gue suka jalan-jalan sendiri sambil dengerin lagu pake headset, beli jepitan rambut yang kemudian hilang 3 hari kemudian, nonton film sendiri, ke gramedia buat cari buku entah apa dan kemudian berakhir dengan nongkrong di McD sambil menikmati Fanta float sendiri, berhalusinasi sedikit dan lalu mikir “ini gue lagi ngapain?”, atau ketawa kayak orang gila setelah baca grup chat alay di whatsapp, atau baper chattan bareng robot, like I don’t know why, mungkin gue segitu nggak ada kerjaannya. Nggak semua hal butuh alasan kok.

Seperti yang gue bahas di paragraph awal, nggak semua ide bisa dituliskan seperti rasa, nggak semua bisa didefenisikan. Ya seperti sekarang ini, rasanya otak gue udah overload dengan ide-ide absurd yang antri buat gue ketik tapi bahkan di paragraph yang kesekian ini, gue masih belum bisa menemukan cara terbaik buat nulis apa yang ada di kepala gue dan justru berujung menulis tema absurd ini.

I just wanna say, I MISS YOU!




What are we looking for?


Pernah ga sih kalian merasa sedih jadi orang yang biasa biasa saja. Pernah nggak sih kalian pengen jadi seseorang yang luar biasa? Kemana-mana dinotis orang, famous sana sini, punya karya, punya bakat unik, punya karir yang cemerlang. At least, punya satuuu aja bidang yang kalian jagoin dan bisa pamer ke temen-temen layaknya idol kpop. Mereka bisa nyanyi, bisa ngedance bahkan punya wajah cakep.

BTS misalnya...

Masih di paragraph ini, pembahasan mulai absurd. No, maksud gue tuh kayak dokter, arsitek, atau seniman yang punya satu bidang yang belum tentu semua orang bisa. UNIK. SPESIAL, anti mainstream!

It's Okay to be different :)

Nyatanya kita terlahir biasa saja, menjalani hidup yang biasa saja bahkan terkadang membosankan. Menghabiskan 30 menit dipagi hari mikir gimana rasanya jadi orang lain. Enak ga sih jadi dia? Enak ga sih jadi si Anu terlahir kaya dan bisa beli ini itu tanpa harus ngeluarin keringat? Enak ga sih punya wajah cantik, tanpa harus capek mikir pake baju apa aja cocok, lamar kerja dimana aja pasti jadi bahan pertimbangan because of her or his face? I mean, coba kalian bayangin Suzy Bae misalnya ngelamar di bank, pasti banknya kebanjiran nasabah. Atau kang Daniel melamar jadi SPG, pasti tokonya kebanjiran anak SMP alay dan noona pemburu brondong. Sigh!


Image result for kang daniel
ya kali gue jadi SPG
                          
Terkadang gue menyalahkan Tuhan dalam setiap kekecewaan. Kok bisa Tuhan segitu nggak adilnya sampai tega menciptakan manusia untuk hidup menderita? Oke di taraf ini mungkin sudah tidak bisa tertolong lagi ya pemirsa. Tapi ya, this is what I got on my head every morning. Terkadang gue mikir, ngapain sih bangun, toh akan menjalani rutinitas hidup yang sama dari hari kemarin, nothing special. Rutinitas yang sama, bangun-mandi-ngopi-ke kantor naik ojek-kerja-istirahat-ngopi lagi-pulang-tidur lagi, besoknya sama lagi.

Ini bukan sekedar pemanis buatan untuk tulisan ini, but this is what I feel. Sedih, merasa hidup ini nggak adil dimana gue harus melangkah 1000 kali untuk bisa melakukan sesuatu, sementara ada orang yang hanya loncat dikit trus kepeleset eh tau tau sukses. Terkadang gue ngerasa kenapa cuman gue yang harus berusaha keras? Kenapa orang lain tidak?




Dulu orang tua selalu bilang, belajar yang rajin biar jadi orang. Disitu gue selalu menganggap itu nasehat paling receh yang pernah gue denger. Tapi akhir-akhir ini, justru nasehat tidak penting ini berputar di kepala gue hampir 3 kali sehari kayak resep obat. I mean, Jadi orang? Emang sekarang gue apa? Tumbuhan? Amoeba? No, disini gue nggak sedang berusaha untuk melucu. Kayaknya ini namanya depresi berat akibat kurang bersyukur. Back to topic, rajin belajar biar jadi orang- toh banyak kok orang yang tidak rajin belajar  (baca : malas kerja tugas dan kerjanya free rider tugas orang)  justru dapat nilai bagus dan ketika kerja dapat jabatan yang keren, sementara orang yang berusaha sangat keras biasanya hanya dapat hasil yang so so alias biasa aja.

Sewaktu kuliah sering membodohi diri sendiri, meyakinkan diri dengan sejuta kata motivasi setiap harinya. Meyakinkan diri bahwa setelah kerja nanti pasti jadi orang yang keren, sukses, dibanggakan orang tua layaknya tokoh dalam novel-novel metropop atau novel karya Christian Simamora, tapi nyatanya… bahkan sekeras apapun berusaha, hidup masih gini gini aja. Pernah ga sih kalian ngerasa gimana sakitnya berusaha sangat keras sementara hasil tidak sesuai harapan? Atau pernah nggak sih kalian berusaha membahagiakan seseorang sampai harus lari kesana kemari tapi orang itu justru menganggap apa yang kalian lakukan bukanlah sebuah usaha, B aja!

Nggak tau juga sejak kapan gue merasa hidup kayak gini, hidup segan mati tak mau. Mungkin beberapa teman sering dengerin gue bacot tentang gimana percayanya  gue bahwa hidup gue ini singkat, that I’ll probably die young. Kenapa gue bisa mikir kayak gitu? Mungkin ini gejala depresi. Nggak ada angin apalagi badai, tiba-tiba merasa ingin mati muda dan cepat-cepat reinkarnasi.

Terkadang gue segitu bosennya sampai melakukan hal-hal unfaedah dan buang-buang waktu:

salah satu aktivitas unfaedah demi mengisi kekosongan:(
Salah satu contoh ya ini : menghabiskan waktu dengan baca hate comment di postingan meme, ikut komen hate atau sekedar ketik kata ‘wah keren’ ‘lol’ ‘daebak’ di MV comeback BTS atau Wanna one, cek berita dan skandal idol nggak jelas. Nonton MV terbaru mereka dan kembali menipu diri bahwa at least gue bisa bantu mereka untuk dapat predikat ‘MV idol yang ditonton paling banyak di youtube’ or ‘Jadi trending topic selama sepekan’ or ‘MV dengan likers terbanyak dalam 24 jam’. SIGH! mereka tau gue aja nggak, bahkan ingat nama Negara gue juga mungkin tidak. But why should I do that?

Mungkin guenya yang gila, mungkin gue sedang berusaha meyakinkan diri bahwa gue penting di dunia ini (dasar sok penting!), bahwa dengan menekan tombol like saja sudah sangat berarti bagi si idol, bahwa dengan bacot nggak penting bisa bikin gue terhibur, bahwa dengan melakukan aktivitas unfaedah kayak gitu bisa bikin gue berasa hidup, like HAPPY? 

Bukan cuman gue kok yang kayak gini, yang lain banyak tuh yang lebih parah, yang lebih hallyu,  mbak jidam misalnya (Oopss), sok-sok bikin skandal biar femes. You know what, bikin sensasi kayak gitu bisa aja karena dia bosen, sepi job or what. Well, mungkin dia, kamu, aku, mereka, kita hanya sedang berusaha agar bisa merasa menjadi bagian dari sesuatu dari dunia ini, RIGHT? 


WANNA ONE BOOMERANG REVIEW AND SCANDAL?

I'm back everyone! Mrs. Park is here!
Kenalin gue calon istrinya park jihoon #ketawasongong

Udah berapa lama ya gue vacum dari blog ini, harap maklum... sebagai member kelima dari blackpink, tentu akhir-akhir ini gue sibuk karena shooting blackpink house, haahahahahaha but anyway, seperti yang bisa kalian tebak dari judulnya yang sampai saat ini belum gue tentuin, comeback gue kali ini tentu disengajaaaa biar samaan dengan comeback suami suami gue, wanna one!!! yeaaa....... SORIJILLUH!!!

Ada yang dengan taat menunggu pukul 16.00 WIB (yang notabene gue di Sulawesi so pastinya jam 17.00 sedikit menguji kesabaran) sambil harap-harap cemas merefresh laman youtube dihape, ada yang pusing cari wifi karena kuota abis, ada juga yang ujung-ujungnya nonton karena baca berita skandalnya, tapi ini kita bahas terakhir ya, kita bahas dulu ketampanan mereka di MV Boomerang ini.

Ngaku-ngaku wannable tapi belum nonton MVnya? huh...KARBITAN!

FYI, gue ini multifandom so i can be army, exo-l, blink, carat, dan tentunya wannable, mohon jangan menistakan kelabilanku dalam menentukan bias ya. Di tahun 2018, ada kok beberapa boyband yang comeback, seventeen misalnya, TAPI kenapa justru MV terbaru wanna one ini yang gue buatin reviewnya??? Masih menjadi misteri. apakah karena comeback kali ini yang BEDA dari MV debut dan MV beautifull yang dibuat dengan konsep yang sangat matang (?), atau karena metamorfosis para member dari cute menjadi manly dan badassss abiesss? atau karena muka Ong yang nggak santai banget sambil ngunyah permen karet dan bawa botol kecap di teaser MVnya? atau karena kali ini Ha Sungwoon akhirnya dapat screentime lumayan banyak dibanding MV sebelumnya.. atau atau atau...

Disini Jihoon gans bangettt yorobun ^_^

Comeback kali ini diwarnai dengan segepok skandal yang.... hufff tarik nafas.... bikin gue emosi tingkat galaxy!! i mean, bukan cuma gue but all wannables. Setelah koar koar KZL di grup chat gegara komen jahat para hater, gue sadar ternyata marah-marah itu bikin capek sendiri, unfaedah dan tentunya buang-buang waktu, so gue memutuskan untuk nulis review ini.

MV Boomerang ini lumayan beda sensasinya buat gue secara pribadi. Baru kali ini ada boyband yang bisa bikin gue harap harap cemas didepan laptop sambil buka youtube dan disaat bersamaan juga curi-curi pandang jangan sampai kepergok atasan lagi online disaat laporan diambang deadline. Dan masih di saat yang bersamaan, anak-anak di grup chat makin nggak tenang, semua pada teriak online. Kalo gini pengen balik ke SMA biar rasanya lebih greget bisa beralay ria tanpa harus khawatir usia. LOL

Ini gue jelasinnya gimana ya, MV kali ini tuh beneran BOOM BOOM BOOOM BOOMERANGlah pokoknya. setelah sebelumnya rada kecewa dengan MV I Promise You yang nggak seniat konsep Beautifull, akhirnya gue bisa bernafas dan sedikit lebih rilex setelah teaser Boomerang rilis dan Boom! so excited nunggunya nggak sabar. Ekspresi Ong di teaser sukses membuat fans tak berkutik (halah... bahasa gue). Apa cuma gue yang mereply teasernya sampai berkali-kali supaya bisa fokus menikmati visual semua member? Belum lagi foto Teaser member yang nggak kalah bikin sesak nafas. 

My first reaction: ini beneran Baejinyoung yang sekarang dijuluki Baejingan? atau dia ini sebenarnya vampir dari klan Volturi? Mau menyaingi Edward Cullen sepertinya. Baejin tuh kesurupan apa sih!
Dorm Jihoon is here! Mana jiunku yang dulu cute? Oh iya lupa, ternyata ada di rumah :)

Masih seputar teaser, disini gue sempat bertanya-tanya, cincin nikah gue sama jihoon kok nggak ada? apa sudah dipakai semua di I promise you? kok konsepnya beda ya dari IPU yang full color kayak MV JBJ 'My Flower'? tapi properti yang dipakai di IPU masih ada tuh yang kepake de Boomerang. Dan jadilah saya dukun dadakan, meramalkan kemungkinan-kemungkinan konsep dari Boomerang, mulai menghubung-hubungkan teori layaknya pemerhati dunia kpop, mulai mempertanyakan arti lirik IPU apakah masih dibahas lebih lanjut di Boomerang, ah molla. 

Tentunya ramalan-ramalan gue ini tidak terlepas dari pengaruh celotehan receh anak-anak grup chat wannable yang sempat bikin gue KZL. No! bukan sama grup chatnya tapi sama keadaan. Bisa-bisanya gue menyalahkan keadaan disaat-saat seperti ini. H-1 comeback wannaone, gue lagi liburan di tempat terpencil yang konon katanya view pantai disini mengalahkan Bali. As you know kemarin kan long weekend yang tentunya termanfaatkan dengan baik karena ada trip keluarga yang jauhnya minta ampun, udah gitu di jalanan susah sinyal pula, jadi ketinggalan banyak deh keseruan para warganet memperbincangkan MV boomerang yang akan segera rilis, ugh, kzl! 

Akhirnya segala pertanyaan netizen terjawab sudah ketika MV ini rilis tepatnya KEMARIN, Senin 19 Maret 2018 pukul 17.00 WITA, dan malamnya gue bisa tidur tenang. Setelah MV ini rilis pun sensasi dugun dugunnya nggak berhenti sampai disitu saja. Belum lewat sehari, aroma-aroma skandal mulai tercium. well, bukan aroma skandal juga sih tapi beberapa komen netizen seperti "Kok Daniel nggak berperan penting padahal dia kan centernya wanna one" atau "Guanlin dapat part paling sedikit" bla bla bla dan masih banyak lagi ungkapan netizen maha tau dan tidak puas. KZL. Jari-jari ini gatal bang, pengen balas komen-komen stupid mereka. Kzl karena komennya dari wannable sendiri yang kalo kata seorang teman di grup chat, sebut saja SUCI (lah emang nama dia suci ^_^) mereka ini emang fans karbitan alias immature fans yang cuma membela member tertentu, belum paham kalo konsep wanna one ya to be one, nggak boleh sendiri-sendiri. KZL 

Kebetulan beberapa hari sambil menunggu comeback mereka, gue sempetin buat ngecek artikel gosip tentang guanlin yang katanya dianaktirikan oleh agency kesayangan kita semua, YMC! Dan benar adanya, di MV boomerang ini pun part guanlin emang sedikit dibandingkan I promise you, mungkin karena pihak agency dan produser lagu mempertimbangkan kemampuan bahasa korea doi kali ya. Mending guanlin daripada gue yang baca hanguel aja masih terbata-bata. Gimana mau debut kalo gitu, sigh!




Walaupun part guanlin yang sedikit, screentime dan part Sungwoo lumayan banyak disini, nggak kayak MV sebelumnya dan tentunya kalian pasti setuju kalo jadwal variety show Sungwoo nggak sebanyak member lainnya. Sabar ya, Bang! But sisi positifnya, suara Hasung paling dominan loh disini. 
Jisung eomma juga akhirnya dapat part yang lumayan, dan masih sangat hot setelah penampilannya di La Dolce Vita cha cha cha cha....hawt hawt

Seperti yang gue sempat bilang di awal soal skandal, belum lewat 24 jam perilisan MV Boomerang, hawa hawa skandal mulai merebak(?) bahkan di sejumlah situs-situs gosip be like "WANNA ONE BERKATA KASAR, BOCOR KE MEDIA", and i was like.... Helll!! karena saking penasarannya, gue sampai nggak kerja dan ngorbanin waktu gue yang berharga hanya untuk spazzing dan cari-cari rekamannya di yutub, nggak puas hanya dengan baca berita yang bisa aja 90% HOAX! and guess what i found! gosip kalo Hasung bilang "f*ck" 100% hoax! apalagi yang suami gue bocorin nomor rumah kami, itu cuman becanda kali wahai netizen. Pada kepo sih nomor hape Park Jihoon hahahahha. Kasian juga lihat para member harus nunduk-nunduk pas dikejar wartawan, apalagi sampai minta maaf. I mean, idol juga manusia kan, mereka bisa kzl kayak lo, kayak gue, kayak kita semua, mereka bukan robot yang nggak boleh bercanda, bahkan kalaupun Hasung terbukti mengumpat, ya wajar aja sih... gue aja berskandal ama anak bos udah menyumpah seharian, dan bisa kalian tebak kalo gue tahu dukun, udah lama gue santet online tuh orang (kok malah curhat?)... but yeah, gue sabar sama kayak suami gue Park Jihoon, ada skandal dia B aja, stay handsome as always! Haters cuman debu!

OK, enough buat negatif-negatifnya....
Banyakan positif ya dibanding negatifnya, misalnya dari segi visual OEMJI bikin greget! Baejingan aslii bikin teriak dalam hati pen gigit-gigit kertas laporan pajak tahunan! fyi gue nontonnya setelah nyuri wifi kantor dan tentunya meninggalkan kerjaan yang menumpuk segunung, jadi ya haruslah gue puas teriak-teriak dalam hati, panas sendiri, bereforia sendiri, berteori sendiri, mulai menabak-nebak kenapa kaset radio selalu ada di setiap MV wanna one, semua serba sendiri! KZL.

Sisi badassnya kerasa banget, persis ramalan gue setelah nonton teasernya. NGGAK KECEWA!! bahkan sampai gue ngetik ini pun masih bingung apa gue deskripsikan sedetail-detailnya mengenai opini sok tahu gue tentang Boomerang? But then i think, emang gue siapa mau judge dan beropini tentang suami-suami gue ini? hahahahha, JADI GUE CUMAN MAU KASIH FOTO HASIL PRINTSCREEN YA...

btw, ini yang di pipi daniel apaan ya? ada yang tahu...?

aduhhh gans banget sih suamikuuuuuu, TATAPANMU ITU LOH, jadi pengen masukin karung

Ekspresinya si EMBUL!! SOOO HAWT!
Bapak Jaehwan ngapain? buang-buang kertas gitu maksudnya apa Pak? itu bagi-bagi kertas ujian apa selebaran brosur warung lele?

Asliii... gaya jinyoung sok asik sukses bikin dia masuk di list bias wrecker gue dan tentunya sesuai harapan banget, persis kayak teasernya... sooo badass! jinyoung bukan lagi anak SMA polos yang nyanyiin lagu Growl sambil nunduk-nunduk nyari recehan.
FIX! gue be like : ternyata si DEWI bisa manly juga. Kalian notis nggak sih dia ngerapp loh.

Alright, sampailah gue di foto yang masih gue nggak ngerti. Ini bang minhyun kok pake acara hujan-hujanan segala sih? Abang ngapain, disuruh syuting cuma buat hujan-hujanan?? Nanti masuk angin bang, kamu kan jauh nanti siapa yang rawat hehehehehe #ditimpukfansgariskeras.... Udah reply MV ini berkali-kali tapi teteuppp nggak ngerti kenapa abang gue pake acara hujan-hujanan? apakah galau karena LDRan ama akyu? ah molla

Fixlah pemirsa, ini dia cincin yang tadi gue cari-cari dari IPU. Kirain ilang kemana, ternyata ada di jari si Akang
Masih sama kasusnya dengan Hwang Minhyun, ini adek gue ngapain? Capek karena ujian ya dek, makanya bangkunya dibakar aja




Oke dah sebagai bonus gue kasih lagi satu gambar Jihoon yang lagi bengong liat diri sendiri kok ada dua, mungkin satunya Dorm Jihoon dan satunya lagi Jeojang Jihoon. But apapun itu teorinya MINUMNYA TEH BOTOL SOSRO, bisa nggak yah Dorm Jihoon gue bawa pulang. hahahhahaha

Segini aja dulu review gue yang unfaedah ini... semoga sukses membuang-buang waktu dan kuota kalian yah...



ALL I WANNA DO! WANNAONE!